Di Balai Kota, Rabu lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara blak-blakan soal mimpi besarnya: air bersih untuk semua. Targetnya jelas, tapi tantangannya nyata. Ia ingin pada 2029, setiap warga Jakarta, di sudut manapun, sudah bisa menikmati akses air bersih yang layak. Tak terkecuali di wilayah-wilayah yang selama ini masih bergantung pada air berbayar dengan harga selangit.
"Dan kalau itu bisa dilakukan, apalagi, saya menargetkan tahun 2029 seluruh Jakarta sudah harus bisa air bersih," tegas Pramono di hadapan awak media.
Komitmennya ini bukan tanpa alasan. Masalah air bersih, terutama di Jakarta Utara, masih jadi persoalan pelik yang menggerogoti kantong warga. Pramono menyoroti kondisi di Muara Angke sebagai contoh yang menyayat hati. Bayangkan, untuk sekadar memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga di sana harus merogoh kocek hingga sekitar satu juta rupiah per bulan. Angka yang sungguh tak masuk akal.
"Sekarang ini memang peningkatannya signifikan tetapi menurut saya belum cukup, termasuk yang di Angke tadi," ujarnya.
Suaranya terdengar kesal saat menyebut ketimpangan itu. "Daerah yang mohon maaf, sebenarnya lebih membutuhkan air bersih tetapi mereka harus membayar. Dan menurut saya yang seperti ini tidak fair."
Nah, untuk mengejar ketertinggalan itu, Pemerintah Provinsi DKI kini mendesak PAM Jaya untuk beraksi lebih cepat. Perluasan jaringan pipa dan pencarian sumber-sumber air baru harus jadi prioritas utama. Tak ada waktu untuk ditunda-tunda lagi.
"Maka kenapa kemudian untuk PAMJAYA, perluasan pipanisasi kemudian juga sumber-sumber air bersih baru, saya dorong untuk segera diselesaikan," jelasnya.
Pramono juga memasang target jangka pendek yang ambisius. Ia ingin melihat lompatan signifikan mulai tahun depan. Tekanannya kini ada di pundak PAM Jaya untuk mewujudkannya.
"PAM Jaya betul-betul kami dorong untuk tahun depan itu kalau bisa capaian untuk air bersihnya sudah di atas 85%," tandasnya.
Jelas sekali, perjalanan menuju 2029 masih panjang. Tapi dengan tekanan dan dorongan yang kini diberikan, setidaknya ada harapan bahwa masalah klasik ibu kota ini perlahan bisa teratasi. Semoga.
Artikel Terkait
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak
PSM Makassar Bertekad Bangkit Hadapi Persik di Laga Krusial
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat
Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pundak Seskab Teddy