Suasana di Istana Negara, Kamis (8/1) lalu, terasa berbeda. Bukan rapat kenegaraan yang biasa, melainkan sorak-sorai dan tepuk tangan riuh menyambut para atlet. Presiden Prabowo Subianto hadir di sana untuk satu hal: memberikan bonus langsung kepada para juara SEA Games 2025.
Indonesia sendiri menutup gelaran di Thailand itu dengan posisi runner up. Catatannya cukup gemilang: 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu berhasil dibawa pulang. Untuk menghargai jerih payah itu, pemerintah tak tanggung-tanggung. Total Rp 456 miliar digelontorkan sebagai bentuk apresiasi.
Besaran bonusnya bervariasi, tergantung jenis pertandingan. Atlet perorangan yang bawa pulang emas, misalnya, mendapat Rp 1 miliar. Untuk perak, nilainya Rp 315 juta, sementara perunggu dihargai Rp 157,5 juta. Jumlahnya sedikit berbeda untuk atlet ganda dan beregu, tapi intinya sama: penghargaan yang tak main-main.
Namun begitu, di balik angka-angka fantastis itu, Prabowo punya pesan khusus. Dia ingin uang itu bukan sekadar jadi penghasilan tambahan yang cepat habis.
Dia menekankan, ini bukan upah bulanan. Melainkan sebuah bentuk penghormatan negara kepada mereka yang sudah mengharumkan nama bangsa. Karena itu, Prabowo berpesan agar bonus itu digunakan untuk hal-hal positif. "Saya titip sama Saudara-saudara, Saudara masih muda banyak ya, jangan dipakai untuk yang tidak positif," pesannya. "Berbuat yang baik, tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu."
Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti cara kita menghargai atlet. Menurutnya, ucapan terima kasih saja tak cukup. "Sekarang ini saya hargai para pimpinan itu, ya terima kasih jangan hanya terima kasih aja ya kan? Gampang terima kasih. Terima kasih tapi kita benar-benar hormati," katanya, menyiratkan bahwa apresiasi harus konkret.
Artikel Terkait
Modus Baru di Pintu Tol: Helm Dilempar, Pengendara Mobil Jadi Sasaran Pemerasan
Dapur, Masakan, dan Kenangan Ibu: Dua Cerpen yang Menyimpan Memori Kolektif
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang