Tersangka Penculikan Alvaro Tewas Gantung Diri di Sel Tahanan

- Senin, 24 November 2025 | 22:54 WIB
Tersangka Penculikan Alvaro Tewas Gantung Diri di Sel Tahanan
Kronologi Bunuh Diri Tersangka Penculikan Alvaro

Kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano kembali memunculkan kejadian tragis. Alex Iskandar, ayah tiri korban yang menjadi tersangka utama, ditemukan tewas bunuh diri di ruang tahanan Polres Jakarta Selatan. Kronologi ini diungkap polisi dalam jumpa pers yang digelar Senin (24/11).

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, Alex diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri. Media yang digunakan tak lain adalah celana panjang yang dikenakannya.

"Gantung diri dengan celana," ujar Ardian, singkat namun jelas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kemudian merinci urutan kejadiannya. Semuanya berawal pada Minggu pagi (23/11), sekitar pukul 6. Alex meminta izin untuk pergi ke toilet. Dia beralasan sudah buang air di celana.

"Jadi, pada pukul 6 pagi hari Minggu, tersangka ini izin untuk ke toilet. Jadi seolah dia sudah buang air di celana," jelas Budi.

Sebelumnya, Alex hanya mengenakan celana pendek yang diberikan penyidik kebijakan standar untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Tapi karena celana pendek itu kotor, dia pun meminta penggantinya. Permintaan untuk berganti celana panjang itu akhirnya dikabulkan.

Namun, siapa sangka, keputusan itu berakhir petaka.

Alex kemudian dibawa ke ruang konseling. Di sanalah, antara pukul 6.30 hingga sekitar jam 9 pagi, aksi nekatnya terjadi. Seorang rekan satu selnya, yang hanya disebut dengan inisial G, yang pertama kali melihat keadaan mengerikan itu.

"Melalui saksi kunci dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," terang Budi.

Kasus ini sendiri berawal dari hilangnya Alvaro delapan bulan sebelumnya, tepatnya pada Maret 2025. Bocah malang itu terakhir terlihat usai salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, yang letaknya masih satu lingkungan dengan rumahnya.

Pencarian panjang selama delapan bulan berakhir pilu. Alvaro ditemukan tak bernyawa di Kali Cirewed, Bogor. Polisi kemudian menetapkan Alex, ayah tirinya sendiri, sebagai pelaku utama.

Motifnya? Diduga kuat karena dendam yang dipendam Alex terhadap istrinya. Emosi buta itulah yang mendorongnya menculik dan akhirnya menghabisi nyawa anak tirinya.

Menurut pengakuan pelaku, sepanjang perjalanan diculik, Alvaro terus menangis dan meminta pulang. Tangisan itu rupanya membuat Alex panik. Dalam kepanikannya, dia menutup mulut Alvaro hingga si bocah tak lagi bergerak.

Kondisi Alvaro kian memburuk dan akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 9 Maret 2025. Tanpa ampun, jasad bocah malang itu dibungkus plastik hitam dan dibuang begitu saja di sekitar jembatan Tenjo, Bogor, mengakhiri riwayatnya yang masih begitu belia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar