Stephen Miran, seorang Gubernur Federal Reserve, punya pandangan yang cukup tegas soal arah kebijakan moneter AS tahun ini. Ia mendorong pemangkasan suku bunga hingga 150 basis poin. Tujuannya jelas: mendongkrak pasar tenaga kerja Amerika.
Masa jabatannya memang berakhir Januari nanti. Tapi dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Miran bersikukuh bahwa The Fed masih punya ruang untuk bergerak. Argumennya bertumpu pada proyeksi inflasi inti yang menurutnya akan berada di kisaran 2,3 persen hampir menyentuh target.
"Saya melihat sekitar satu setengah poin pemangkasan. Inflasi inti berjalan di sekitar target kami dalam batas toleransi, dan itu menjadi indikasi yang baik mengenai arah inflasi secara keseluruhan dalam jangka menengah," ujarnya.
Nada serupa datang dari Scott Bessent, Menteri Keuangan AS. Di hadapan Economic Club of Minnesota, ia menegaskan keinginan pemerintah untuk suku bunga yang lebih rendah.
"Pemangkasan suku bunga akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan setiap warga Minnesota. Itu adalah satu-satunya elemen yang masih kurang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Karena itulah The Fed seharusnya tidak menunda," tegas Bessent.
Artikel Terkait
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina