Siswi SMP Ditemukan Tewas dalam Kondisi Mengenaskan di Kali Terpencil Sikka

- Selasa, 24 Februari 2026 | 19:00 WIB
Siswi SMP Ditemukan Tewas dalam Kondisi Mengenaskan di Kali Terpencil Sikka

Isak tangis memenuhi ruang jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (24/2/2026) sore. Peti jenazah yang baru tiba membawa tubuh STN, siswi SMP kelas VIII asal Desa Rubit, Sikka. Remaja berusia 14 tahun itu ditemukan tewas dalam keadaan yang sungguh memilukan.

Lokasinya di kawasan Napun Koja Gelo, Dusun Woloklereng. Sebuah area kali terpencil yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumah korban. Jauh dari pemukiman warga. Sekitar pukul tiga sore WITA, bau menyengat di sekitar Kali Watuwogat menarik perhatian warga. Dari sanalah jasad STN akhirnya ditemukan.

Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, memaparkan kronologi penemuannya.

"Saksi melihat jasad korban tertimbun di bawah tumpukan rumput dan kayu bambu yang dipalang. Pihak keluarga yang ikut mencari langsung mengonfirmasi ciri-ciri korban," jelas Leonardus.

Menurut keterangan keluarga, kondisi STN saat ditemukan benar-benar mengenaskan. Tanpa busana dan tertindih batu. Hal ini langsung memantik dugaan kuat bahwa kematiannya bukanlah kecelakaan, melainkan ulah pihak lain. "Kami menganggap ini perbuatan yang sangat keji," ujar Yosep Don Bosko, perwakilan keluarga.

Yosep mengenang keponakannya itu sebagai anak yang ceria. Punya hobi menyanyi dan mahir memetik gitar. Kini, semua kenangan itu tinggal cerita.

"Kami mengharapkan pihak Kepolisian Polres Sikka segera mencari pelaku, memprosesnya sesuai hukum, dan memberikan hukuman seberat-beratnya," tegasnya.

Evakuasi dari TKP sendiri berlangsung alot. Medannya terjal, tak bisa dilalui kendaraan. Akhirnya, petugas Inafis Polres Sikka dibantu warga terpaksa memikul jenazah menggunakan bambu. Mereka bergantian menempuh jarak beberapa kilometer dengan beban di pundak, sebelum jenazah bisa dipindahkan ke mobil pick-up.

Sampai berita ini diturunkan, jasad STN masih berada di rumah sakit untuk pemeriksaan forensik. Tim Inafis dan Polsek Kewapante masih bekerja di TKP, mengumpulkan barang bukti yang bisa mengungkap sebab kematian. Pemerintah Desa Rubit dan keluarga korban hanya bisa menunggu dan berharap. Mereka mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa remaja malang ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar