Partai NasDem Perkuat Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, secara resmi menegaskan komitmen kuat partainya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Paloh menekankan bahwa keberhasilan pemerintah ini juga merupakan bagian dari kesuksesan Partai NasDem secara keseluruhan.
Dalam pidatonya pada acara puncak peringatan HUT ke-14 Partai NasDem yang digelar di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Paloh menyampaikan pesan yang jelas. "Keberhasilan pemerintahan ini adalah juga bagian dari kesuksesan kita bersama. Sebaliknya, kegagalan pemerintahan ini akan menjadi beban dan duka yang mendalam bagi kita semua," ujarnya.
Paloh meyakinkan publik bahwa komitmen NasDem dalam mendukung pemerintah akan dilaksanakan dengan konsisten. Menurutnya, keyakinan untuk menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran harus dimiliki oleh setiap kader partai tanpa terkecuali.
"Sebagai sebuah partai politik, kami telah dan akan tetap berkomitmen sebagai pendukung setia pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya ingin meyakinkan semua pihak, semoga dengan izin Allah, konsistensi kita akan tetap terjaga. Kita adalah barisan yang solid untuk mendukung pemerintahan ini," jelas Paloh lebih lanjut.
Ditegaskannya kembali bahwa Partai NasDem memiliki keinginan kuat agar pemerintahan saat ini dapat berjalan dengan sukses. Komitmen ini, menurut Paloh, harus diwujudkan dalam tindakan yang nyata dan berkelanjutan.
"Oleh karena itu, seluruh daya upaya, pemikiran, perhatian, serta kegalauan hati kita, harus diarahkan untuk memastikan pemerintahan ini berhasil. Kita menginginkan pemerintahan yang sukses. Inilah yang saya maksud dengan konsistensi dalam menggerakkan arus perubahan," imbuh Surya Paloh menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Mobil Terbakar di Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Kerugian Capai Rp200 Juta
Menteri Nusron Serahkan 1.032 Sertifikat Tanah Wakaf dan Hak Milik, Targetkan Sertifikasi Tuntas 2028
Truk Tangki BBM Terbakar Hebat di Tol Cipali Usai Tabrakan, Lalu Lintas Macet 5 Kilometer
Menkeu Sebut Pelemahan IHSG dan Rupiah Akibat Persepsi Negatif, Bukan Fundamental Ekonomi