Dermaga Marseille sore itu riuh. Sekitar seribu orang berkumpul, tepuk tangan dan nyanyian mengiringi sekitar dua puluh kapal yang mulai berlayar. Mereka adalah armada Prancis yang bergabung dengan inisiatif 'Global Sumud Flotilla'. Misi mereka jelas, meski penuh tantangan: menembus blokade dan mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
"Gaza, Marseille bersamamu!" teriak massa yang melepas kepergian kapal-kapal itu, sebagian besar adalah kapal layar, pada pukul lima sore waktu setempat.
Menurut penyelenggara, armada internasional ini nantinya akan terdiri dari hampir seratus perahu. Rombongan utama sebelumnya sudah berlayar dari Barcelona pertengahan April. Rencananya, mereka akan berkonvoi menuju Gaza sekitar tanggal 20 April nanti.
Namun begitu, perjalanan ini tak akan langsung lancar. Mereka berencana singgah dulu selama seminggu di Italia selatan. Di sana, para relawan akan menjalani apa yang disebut "pelatihan tanpa kekerasan". Persiapan yang dianggap perlu mengingat risiko yang mereka hadapi.
Seorang anggota kru yang hanya memperkenalkan diri sebagai Manon menjelaskan inti aksi ini. "Yang utama adalah memberi visibilitas lebih untuk Palestina. Isu ini tengah tenggelam oleh konteks internasional lainnya," ujarnya.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
Kardinal Suharyo: Gereja Katolik Prioritaskan Perdamaian Dunia dan Ekologi Integral
Presiden Prabowo Kecam Tindakan Keji di Lebanon yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI
Polresta Bandarlampung Kerahkan 390 Personel Amankan Laga Perdana Bhayangkara FC