Di sisi lain, lembaga pemeringkat Fitch justru memandang ekonomi AS dengan sedikit lebih optimis. Mereka menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB untuk 2025 menjadi 2,1 persen, naik dari perkiraan sebelumnya 1,8 persen. Untuk 2026, proyeksi juga dinaikkan jadi 2 persen.
Namun begitu, Fitch juga memperingatkan soal inflasi. Mereka memperkirakan angka inflasi akan naik ke 3 persen pada Desember dan berakhir di 3,2 persen pada akhir 2026 sebuah dampak yang disebut tertunda dari kebijakan tarif.
Seruan Miran untuk pemotongan 150 bps itu sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Pandangannya sejalan dengan proyeksi terendah di antara 19 pembuat kebijakan The Fed, yang dirilis dalam pertemuan Desember lalu. Perkiraan anonim itu menempatkan suku bunga dana federal di kisaran 2,00–2,25 persen pada akhir 2026.
Angka itu jauh lebih rendah dibanding level suku bunga saat ini, yang berada di 3,50–3,75 persen. Bahkan, proyeksi Miran itu 50 basis poin lebih rendah dari perkiraan terendah berikutnya. Sebuah pandangan yang cukup agresif, sekaligus menggambarkan keyakinannya bahwa inflasi benar-benar akan mereda.
Artikel Terkait
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional
Setelah Mediasi DPR, Mie Sedaap Gresik Janji Hentikan PHK Massal Jelang Ramadan