Jalan R.E. Martadinata di Tanjung Priok masih basah oleh sisa-sisa banjir rob Jumat pagi itu. Tak jauh dari kemegahan Jakarta International Stadium, pemandangan justru berkebalikan: genangan air memenuhi badan jalan, memaksa pengendara untuk menerjangnya dengan hati-hati.
Menurut sejumlah warga yang melihat langsung, kondisi paling parah terjadi sekitar pukul 9.30 pagi. Ketinggian air rob saat itu diperkirakan mencapai 15 sentimeter, cukup untuk membuat sepeda motor oleng dan mobil waspada. Penyebabnya diduga pasang maksimum air laut yang merangsek ke darat. Alhasil, semua kendaraan terpaksa melaju pelan-pelan, merayap di pinggir jalan sebelah kiri untuk mencari bagian yang lebih dangkal.
Namun begitu, situasi tak berlangsung lama.
Pantauan di lokasi pada siang hari, tepatnya pukul 14.30, menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Banjir rob telah surut. Yang tersisa hanyalah genangan-genangan lebar di beberapa titik, tapi lalu lintas sudah mulai bisa bergerak normal lagi. Kendaraan lalu lalang dengan kecepatan biasa, seolah episode tergenang tadi pagi cuma gangguan sesaat.
Perbaikan memang terasa, tapi nuansa was-was tetap ada. Rob bisa datang lagi esok atau lusa, dan warga sekitar sudah terlalu sering menghadapi ritual tahunan ini.
Artikel Terkait
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara