tambahnya.
Yang penting, akses ke dapur ini terbuka lebar. Wawan menegaskan, siapa pun boleh datang. Baik pengungsi di dalam posko, warga dari luar, atau bahkan pengungsi dari posko lain yang kebetulan lewat. Bahkan untuk relawan dan jurnalis yang meliput.
katanya tegas.
Lantas sampai kapan layanan ini akan bertahan? Wawan mengaku belum tahu pasti. Namun begitu, komitmen Brimob Polri jelas: mereka siap mendampingi warga terdampak banjir di Kuala Simpang, dan Aceh Tamiang secara umum, selama dibutuhkan.
Di akhir percakapan, ia menyisipkan harapan dan doa. Pesannya sederhana namun penuh makna bagi para korban yang sedang berjuang.
tutup Wawan.
Artikel Terkait
Kepatuhan LHKPN DPR Terendah, Hanya 55,14% yang Lapor
Gubernur Malut Kunjungi Makassar untuk Pelajari Strategi Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi
Ramadhan Sananta Dihujat Rasis Usai Laga, Gelombang Kecaman Bergulir
Anggota DPR Nilai PP TUNAS Bentuk Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak