Malam Minggu di Tokyo itu benar-benar tak terlupakan bagi Mutiara Mutiruta Miru Binto. Bagaimana tidak, perempuan yang bekerja sebagai perawat lansia itu akhirnya bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, dia berhasil mendapatkan tanda tangan sang Presiden di buku "Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045" yang dibawanya.
"Deg-degan, sih, sebenarnya," akunya. Rasa gugup dan bahagia bercampur jadi satu. Pertemuan yang di luar ekspektasinya ini jadi momen langka bagi diaspora Indonesia di Jepang.
Momen itu terjadi saat Presiden menyapa para diaspora yang hadir menyambut kedatangannya di Bandara Haneda. Mutiara, yang kebetulan posisinya cukup dekat, tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia pun maju dan meminta tanda tangan.
"Mungkin Bapak juga lelah setelah perjalanan jauh. Jadi saya cuma sempat minta tanda tangan saja. Motivasi utamanya sih cuma pengin ketemu langsung," cerita Mutiara.
Menurutnya, keberhasilannya tak lepas dari arahan teman-teman dan posisinya yang pas. "Bapak Presiden sangat ramah. Alhamdulillah, saya dapat kesempatan itu," ungkapnya penuh syukur.
Ini adalah pengalaman pertama baginya melihat sosok nomor satu Indonesia secara langsung. Selama ini, dia hanya menyaksikan melalui layar TV atau YouTube. Pertemuan singkat itu telah memberinya kenangan yang sangat berarti.
Kedatangan Presiden Prabowo di Jepang sendiri terjadi pada Minggu (29/3) malam, sekitar pukul 19.10 waktu setempat. Kunjungan resmi perdana ini agendanya cukup padat.
Presiden dijadwalkan akan bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito dan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkat tinggi ini tentu punya tujuan strategis.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya telah memberi penjelasan kepada awak media di Jakarta. Menurutnya, Pak Presiden akan membahas berbagai hal yang menjadi fondasi kerja sama kedua negara.
"Tentu pertemuan ini untuk memperkuat hubungan persahabatan kita dengan Jepang," ujar Prasetyo.
Dia menambahkan, "Secara khusus, akan dibicarakan hal-hal strategis yang selama ini jadi kekuatan bersama. Misalnya di bidang perdagangan, teknologi, sampai pendidikan. Kerja sama kehutanan dan lingkungan hidup juga akan dibahas."
Jadi, di balik momen haru dan kebahagiaan seorang diaspora, kunjungan ini membawa agenda besar untuk masa depan hubungan Indonesia-Jepang.
Artikel Terkait
Selebgram Woodyrman Aniaya Warga Brunei di Blok M karena Kesal Ditegur, Polisi: Pelaku Mabuk
Pemprov DKI Tiadakan Car Free Day Sudirman-Thamrin 31 Mei 2026 karena Bertepatan dengan Perayaan Waisak
Mendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Kopenhagen
TNI AU Buka Pendaftaran Bintara Gelombang Kedua hingga 20 Juni 2026