Gubernur Malut Kunjungi Makassar untuk Pelajari Strategi Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi

- Senin, 30 Maret 2026 | 02:00 WIB
Gubernur Malut Kunjungi Makassar untuk Pelajari Strategi Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, baru-baru ini membuat langkah yang cukup mengejutkan. Tanpa pemberitahuan atau sorotan media yang ramai, ia tiba-tiba mampir ke Makassar. Tujuannya jelas: menemui Wali Kota Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Danny Pomanto.

Pertemuan ini jauh dari sekadar kunjungan kehormatan biasa. Dari informasi yang beredar, ada misi penting yang dibawa Sherly sesuatu yang berpotensi mengubah strategi pengelolaan keuangan daerah asalnya.

Santai di Meja Makan, Serius di Meja Rapat

Soal apa sebenarnya yang dibahas? Ternyata, Gubernur Sherly penasaran dengan kesuksesan Makassar. Kota ini berhasil menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali, prestasi yang tak mudah di masa sekarang.

Pertemuan berlangsung hangat di rumah jabatan wali kota. Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, menyambut rombongan tamu dengan sangat akrab. Suasananya cair, penuh tawa.

Namun begitu, di balik keakraban itu tersimpan agenda yang serius. Mereka lalu masuk ke diskusi mendalam. Bagaimana sih cara Makassar meningkatkan PAD? Lalu, strategi apa yang dipakai untuk menstabilkan harga pasar di tengah gejolak ekonomi? Topik-topik berat itu dibicarakan dengan intens.

Menariknya, jamuan kuliner khas Makassar turut berperan. Hidangan lezat itu rupanya jadi bagian dari "diplomasi" yang efektif, mencairkan suasana sekaligus memperkaya percakapan.

Mengapa Banyak Mata Tertuju ke Makassar?

Alasannya sederhana: hasilnya nyata. Makassar kini sering disebut sebagai role model dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Mereka tak cuma berhasil menaikkan pemasukan, tapi juga menjaga daya beli masyarakat dengan inflasi yang rendah. Wajar saja kalau daerah lain, seperti Maluku Utara, ingin menimba ilmu langsung dari sumbernya.

Kolaborasi: Sinyal untuk Masa Depan

Jadi, ini lebih dari studi banding biasa. Kunjungan Sherly Tjoanda mengirimkan sinyal kuat. Ke depan, kolaborasi antar daerah bakal kian penting untuk menjawab tantangan ekonomi yang kompleks.

Munafri Arifuddin sendiri tampak menyambut baik inisiatif ini.

"Kami terbuka untuk berbagi pengalaman. Kalau bisa saling menguatkan, kenapa tidak?" ujarnya singkat.

Pertemuan ini mungkin hanya awal. Tapi getarannya terasa: ketika para pemimpin daerah mulai saling kunjung dan belajar, ada harapan baru yang tumbuh untuk pemerintahan yang lebih solid.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar