Di tengah kerumunan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus, Minggu lalu, suara Paus Leo XIV terdengar jelas dan tegas. Dalam misa Minggu Palma itu, pemimpin Gereja Katolik itu tak cuma berkhotbah. Dia menyerukan penghentian konflik di berbagai belahan dunia dengan cara yang cukup menohok.
Menurutnya, Tuhan sama sekali tidak mendengarkan doa-doa dari orang-orang yang justru memilih jalan perang. "Ia menolaknya," tegas Paus.
"Saudara-saudari, inilah Tuhan kita: Yesus, Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," ujar Leo XIV di hadapan ribuan jemaat.
Khotbahnya itu, seperti dilaporkan sejumlah media internasional, berpusat pada pentingnya mengedepankan kasih dan perdamaian. Nuansa keprihatinannya terasa sangat kuat.
Usai memimpin doa Angelus, perhatiannya tertuju khusus pada umat Kristen di Timur Tengah. Paus menyampaikan penghormatan kepada mereka yang, katanya, menderita akibat konflik mengerikan dan kerap tak bisa menghayati ritual hari-hari suci dengan tenang.
Ini bukan kali pertama baginya menyuarakan hal serupa. Sebenarnya, sejak awal pekan, Paus asal Amerika Serikat pertama dalam sejarah itu sudah mendesak gencatan senjata di kawasan yang sama. Dia menyoroti angka pengungsi yang sudah melampaui satu juta orang. Desakannya jelas: pihak-pihak yang bertikai harus segera duduk berunding.
Leo XIV memang dikenal konsisten. Sejak memimpin Takhta Suci, dia berulang kali mengutuk keras segala bentuk peperangan. Dialog selalu diajukan sebagai satu-satunya jalan keluar.
Artikel Terkait
Penjualan Tiket Kereta Api Tembus 1,3 Juta Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila
Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara Penghormatan Terakhir
Jalan Lenteng Agung Raya Arah Selatan Ditutup Sementara Mulai Siang Ini untuk Perbaikan Jalan Ambles