Rudal Iran Hantam Pabrik Kimia di Beersheba, Kebakaran Hebat Meluas

- Senin, 30 Maret 2026 | 02:52 WIB
Rudal Iran Hantam Pabrik Kimia di Beersheba, Kebakaran Hebat Meluas

Asap hitam pekat mengepul di langit Beersheba. Kawasan industri di Israel selatan itu baru saja dihujani rudal balistik Iran, memicu kebakaran hebat di sebuah pabrik kimia. Keadaan di lapangan masih kacau, dan belum ada informasi resmi soal korban jiwa.

Serangan ini adalah gelombang terbaru dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mereka sepertinya tak mau berhenti. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat ini terus memanas, dengan serangan balasan silih berganti.

Menurut laporan Aljazeera, kebakaran hebat terjadi menyusul perluasan serangan terhadap infrastruktur Iran. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api yang sulit dikendalikan, menghanguskan bangunan pabrik.

Di sisi lain, Israel punya alasan sendiri untuk membalas. Sebelumnya, mereka mengklaim telah menewaskan seorang komandan penting Iran.

“Semalam, dalam operasi yang tepat dan mematikan, IDF melenyapkan komandan angkatan laut Garda Revolusi, Tangsiri, bersama dengan perwira senior komando angkatan laut,”

kata Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, dalam sebuah pernyataan video yang dikutip Al Arabiya. Alireza Tangsiri adalah nama yang disebut komandan angkatan laut IRGC yang jadi target.

Sejak serangan gabungan AS dan Israel dimulai akhir Februari lalu, daftar pejabat tinggi Iran yang tewas terus bertambah. Israel mengumumkan mereka telah membunuh sejumlah nama besar, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan kepala keamanan berpengaruh Ali Larijani. Situasinya memang sudah meluas, jauh dari sekadar baku tembak di perbatasan.

Kini, dengan pabrik kimia yang masih terbakar dan korban yang belum terhitung, ketegangan di Timur Tengah memasuki babak yang semakin berbahaya. Titik terang perdamaian? Rasanya masih sangat jauh.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar