Anies Tegaskan Prinsip: Tak Pernah Laporkan Kritikus ke Polisi

- Selasa, 23 Desember 2025 | 12:50 WIB
Anies Tegaskan Prinsip: Tak Pernah Laporkan Kritikus ke Polisi

Dalam sebuah forum relawan akhir pekan lalu, Anies Baswedan buka suara soal caranya menghadapi gempuran kritik dan hujatan. Mantan Gubernur DKI itu mengaku punya prinsip yang dipegang teguh: tak pernah sekalipun melaporkan orang ke polisi, meski fitnah di media sosial kerap datang bertubi-tubi.

Pernyataannya itu disampaikan dalam Gathering Nasional Turun Tangan, 5 November lalu. Rekaman acaranya baru diunggah ke YouTube pada Jumat (19/12/2025).

Jawaban Anies muncul sebagai respons kegelisahan seorang jurnalis perempuan yang hadir. Dia bertanya tentang perlindungan bagi wartawan dan ruang kebebasan berpendapat yang kian mengkhawatirkan.

"Kami terapkan di Jakarta ketika saya bertugas," ujar Anies.

"Kalau ada jurnalis yang melakukan pemberitaan secara keliru, kami lapor dewan pers. Tapi kami enggak pernah lapor polisi."

Prinsip yang sama, tegasnya, berlaku untuk segala jenis serangan di dunia maya. "Orang yang mau fitnah di sosmed, kami enggak pernah lapor ke polisi. Enggak pernah," katanya dengan nada mantap. "Jadi boleh dibuka tu rekam jejaknya."

Menurut Anies, dirinya memilih jalan lain. Biarlah sejarah yang kelak menjadi hakim atas segala ucapan. "Justru kita mau menunjukkan bahwa silakan Anda berbicara. Sejarah yang nanti akan menghakimi pembicaraan Anda," paparnya.

Memang, lima tahun bisa terasa singkat. Namun catatan sejarah, imbuhnya, akan bertahan jauh lebih lama.

Pernyataan ini tentu menarik dicermati. Apalagi di tengah suasana di mana banyak jurnalis dan aktivis merasa terancam hanya karena menyuarakan kritik. Dalam forum yang sama, jurnalis tadi mengungkapkan betapa rekan-rekannya kerap merasa intimidasi.

Anies sendiri tampak menyoroti kondisi yang terjadi belakangan. "Kok bisa ketika demonstran ditangkap dalam jumlah yang banyak, lalu proses hukum yang tidak jelas, itu jadi pertanyaan di mana-mana," ujarnya, merespons situasi terkini.

Ia lalu menyerukan semua pihak untuk berpikir kritis. Yang tak kalah penting, Anies menekankan, jurnalis harus mendapat perlindungan saat menjalankan tugasnya.

"Menurut saya tidak boleh ada ancaman pada jurnalis," tandasnya.

Acara yang dihadiri relawan dari Gorontalo hingga Bekasi itu juga menjadi ruang Anies berbagi cara menghadapi perbedaan politik. Tipsnya sederhana: jangan buru-buru membantah.

"Setiap mengalami tuduhan, jangan dibantah," katanya.

Lebih baik, minta saja pihak yang menuduh untuk memberikan contoh konkret. "Karena ditanya balik itu membuat yang menuduh berpikir," ujar Anies mengakhiri.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar