Rusia Hantam Infrastruktur Energi Ukraina: 4 Tewas, Pemadaman Listrik Meluas

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:42 WIB
Rusia Hantam Infrastruktur Energi Ukraina: 4 Tewas, Pemadaman Listrik Meluas

Serangan Rusia Hantam Infrastruktur Energi Ukraina, 4 Tewas dan Pemadaman Listrik Meluas

Ukraina melaporkan serangan besar-besaran Rusia menggunakan drone dan rudal terhadap fasilitas energinya pada Kamis (30/10). Serangan ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia, termasuk korban anak-anak yang terluka, serta kerusakan parah pada infrastruktur listrik di berbagai wilayah.

Dampak Serangan terhadap Sistem Energi Ukraina

Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa pasukan Rusia menargetkan warga sipil dan fasilitas energi di sembilan wilayah termasuk ibu kota Kiev. DTEK, perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, mengkonfirmasi pembangkit listrik mereka mengalami kerusakan signifikan di beberapa lokasi.

Maxim Timchenko, CEO DTEK, menyatakan serangan ini merupakan pukulan telak bagi stabilitas pasokan listrik selama musim dingin. Operator listrik nasional Ukrenergo melaporkan sistem energi dalam kondisi kritis, yang memaksa diberlakukannya pemadaman listrik di seluruh negeri hingga Kamis malam dan berlanjut pada Jumat.

Respons Internasional dan Kondisi Regional

Zelensky menyerukan respons internasional dengan menyatakan, "Kami berharap Amerika, Eropa, dan negara-negara G7 tidak mengabaikan niat Moskow untuk menghancurkan segalanya." Di wilayah Lviv yang berbatasan dengan Polandia, dua fasilitas energi dilaporkan terdampak serangan.

Kementerian Energi Ukraina mengkonfirmasi terputusnya pasokan listrik bagi konsumen dalam jumlah besar. Sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan mereka ditujukan terhadap lokasi industri militer, infrastruktur energi, dan pangkalan udara Ukraina.

Pola Serangan Musim Dingin Berulang

Ini merupakan kelanjutan dari pola serangan Kremlin terhadap infrastruktur listrik Ukraina setiap musim dingin sejak invasi tahun 2022. Strategi ini sebelumnya telah memaksa Ukraina memberlakukan pembatasan listrik dan mengimpor energi dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar