Banjir besar yang menerjang tiga provinsi di Sumatera baru-baru ini, menurut Dirut PLN Darmawan Prasodjo, menimbulkan kerusakan yang luar biasa pada jaringan listrik. Bahkan, dampaknya disebut jauh lebih masif dibandingkan dengan tragedi tsunami yang melanda Aceh di tahun 2004 silam.
Perbandingan itu ia sampaikan dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta, Selasa lalu. Menurut Darmawan, skala kerusakannya benar-benar berbeda jauh.
"Bencana kali ini dibanding dengan Tsunami 2004 itu sangat berbeda," ujarnya.
"Dulu, kerusakan sistem kelistrikan ada di delapan titik. Sedangkan bencana kali ini di Aceh saja sudah mencapai 442 titik. Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif," jelas Darmawan lebih lanjut.
Nah, terkait pemulihan, semuanya ternyata bergantung pada satu hal: akses. Daerah yang jalannya sudah bisa dilalui, proses perbaikan listriknya tentu berjalan lebih cepat. Namun begitu, kondisi di lapangan tidak seragam.
"Maka daerah-daerah yang memang aksesnya masih terbuka, pemulihan sistem kelistrikan bisa berjalan dengan cepat," katanya.
Tapi untuk wilayah-wilayah yang masih terisolasi? Situasinya jadi lain. Pemulihan di sana berjalan lebih lambat dan tak bisa dipungkiri, masih terkendala cukup banyak.
Hingga saat ini, dari total 23 kabupaten dan kota yang terdampak, kabar baiknya ada 15 wilayah yang listriknya sudah pulih seratus persen. Sayangnya, masih ada sisa delapan kabupaten yang belum sepenuhnya teraliri listrik. Perjuangan untuk menyalakan kembali lampu-lampu di daerah itu masih berlanjut.
Artikel Terkait
Libur Imlek Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik Jelang Imlek dan Ramadan
APPBI Proyeksikan Transaksi Mal Naik 10-15% Saat Ramadan 2026, Abaikan Fenomena Rojali
BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona untuk Jangkau 28 Juta Fans di Indonesia