Makassar – Setelah tujuh hari berusaha, operasi pencarian nelayan yang jatuh di perairan Makassar akhirnya dihentikan. Korban, Hery (43), tak juga ditemukan meski tim gabungan telah menyisir laut lebar-lebar.
Operasi resmi ditutup oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Keputusan ini diambil setelah debriefing akhir dengan keluarga korban dan semua pihak terkait. Intinya, semua sektor yang mungkin sudah dipetakan dan disapu habis. Tak ada lagi titik yang tersisa untuk digarap.
Insidennya terjadi di sekitar perairan New Port, Pelindo, di Kecamatan Tallo. Minggu lalu, tanggal 8 Februari, Hery berangkat melaut seperti biasa. Dia seharusnya pulang sekitar pukul delapan pagi. Tapi siangnya, kapalnya justru ditemukan mengapung sendirian, tanpa ada tanda-tanda sang nahkoda. Keluarga pun panik.
Mereka sempat mencari sendiri, tapi hasilnya nihil. Laporan pun akhirnya masuk ke Basarnas, dan operasi SAR gabungan segera digelar.
Upaya Maksimal di Tengah Laut
Selama seminggu penuh, laut di sekitar lokasi kejadian jadi saksi upaya keras tim. Mereka mengerahkan apa saja: perahu karet, rigid inflatable boat, plus armada penyelamat lain. Pemantauan visual dan koordinasi dengan semua unsur, dari Basarnas, TNI, Polri, sampai warga pesisir, dilakukan tanpa henti. Jangkauan diperlebar semaksimal mungkin.
Namun begitu, hasilnya tetap nol. Hingga Sabtu (14/2), laut seolah menyimpan rapat-rapat jawabannya.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa