MURIANETWORK.COM - Sejumlah harga bahan pokok di pasar nasional menunjukkan tren kenaikan seiring mendekatnya dua momen besar: perayaan Imlek pada Selasa (17 Februari 2026) dan awal bulan Ramadan pekan depan. Data harian Bank Indonesia dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Minggu (15/2/2026) mencatat, mayoritas komoditas strategis mengalami kenaikan, dengan cabai rawit merah dan beberapa jenis beras menjadi sorotan.
Lonjakan Harga pada Komoditas Bumbu Dapur
Kelompok bumbu dapur dan cabai menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan. Harga bawang merah, misalnya, merangkak naik 2,3 persen ke level Rp44.350 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing naik 5 persen dan 7,19 persen.
Meski cabai rawit hijau mengalami sedikit penurunan, kondisi berbeda justru terjadi pada cabai rawit merah. Komoditas yang satu ini tercatat melonjak 5,52 persen, menembus angka Rp76.500 per kilogram.
Analisis di lapangan menunjukkan, pola kenaikan seperti ini kerap terjadi jelang hari raya akibat permintaan yang meningkat tajam untuk keperluan masakan tradisional. Fluktuasi pasokan, terutama yang dipengaruhi faktor cuaca di sentra produksi, juga turut berperan.
Beras dan Protein Hewani Ikut Merangkak Naik
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bumbu, tetapi juga merambah ke komoditas utama seperti beras dan daging. Seluruh kualitas beras yang dipantau, mulai dari kualitas bawah hingga super, mengalami kenaikan meski tipis, berkisar antara 0,29 persen hingga 0,69 persen. Hal ini patut menjadi perhatian mengingat beras merupakan bahan pangan paling esensial bagi masyarakat.
Di sisi protein hewani, daging ayam ras segar naik 1,22 persen menjadi Rp41.500 per kg. Daging sapi kualitas I juga mengalami kenaikan, meski daging sapi kualitas II bertahan di harga sebelumnya. Kenaikan pada komoditas ini kerap dikaitkan dengan tingginya biaya pakan ternak dan logistik distribusi.
Kondisi Minyak Goreng dan Gula Pasir
Sementara beberapa komoditas lain bergerak naik, harga minyak goreng dan gula pasir menunjukkan tren yang lebih beragam. Minyak goreng kemasan bermerek dan minyak curah rata-rata mengalami kenaikan, meski persentasenya relatif kecil. Di lain pihak, harga gula pasir kualitas premium justru stagnan, tidak berubah dari posisi sebelumnya.
Telur ayam ras segar menutup daftar komoditas yang naik dengan kenaikan 1,75 persen, menjadikan harganya Rp32.050 per kilogram. Perkembangan harga pangan ini tentu menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pelaku usaha kuliner dan tentunya para ibu rumah tangga dalam menyusun anggaran belanja mereka.
Pergerakan harga yang dipantau secara rutin ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika pasar dalam negeri, terutama saat menghadapi periode permintaan tinggi. Kehati-hatian dan pemantauan dari berbagai pihak diperlukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan stok pangan strategis bagi masyarakat luas.
Artikel Terkait
Libur Imlek Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh
APPBI Proyeksikan Transaksi Mal Naik 10-15% Saat Ramadan 2026, Abaikan Fenomena Rojali
BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona untuk Jangkau 28 Juta Fans di Indonesia
Chiellini Desak Kepala Wasit Serie A Mundur Usai Kontroversi VAR dalam Kekalahan Juventus