MURIANETWORK.COM - Giorgio Chiellini, Direktur Pengembangan Strategi Juventus, melontarkan kritik pedas terhadap performa wasit dan sistem VAR usai timnya tumbang 2-3 dari Inter Milan dalam laga giornata 25 Serie A 2025-2026. Dalam pernyataan kerasnya, mantan kapten Juventus itu bahkan meminta kepala wasit Serie A, Gianluca Rocchi, untuk mundur dari jabatannya.
Pertandingan sengit yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB itu memang penuh drama. Lima gol tercipta, termasuk gol bunuh diri Andrea Cambiaso yang justru membuka keunggulan Inter di menit ke-17. Cambiaso kemudian menebus kesalahannya dengan mencetak gol balasan sembilan menit berselang. Dua gol Inter lainnya dicetak oleh Pio Esposito dan Piotr Zielinski, sementara gol kedua Juventus dilesakkan oleh Manuel Locatelli.
Kartu Merah yang Memicu Kemarahan
Namun, momen paling kontroversial terjadi jelang turun minum. Bek Juventus, Pierre Kalulu, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-42 akibat pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni, yang berarti ia harus meninggalkan lapangan. Insiden ini menjadi titik pemicu kemarahan delegasi Juventus. Kalulu, yang tampak frustrasi, sempat membuat isyarat agar wasit memeriksa ulang insiden tersebut melalui VAR, meski aturan memang tidak mengizinkan peninjauan untuk kartu kuning kedua.
Kekecewaan yang terpendam itu akhirnya meledak setelah pertandingan usai. Giorgio Chiellini, yang dikenal sebagai sosok tenang semasa masih aktif bermain, tampak tidak bisa menahan emosi. Ia menyoroti inkonsistensi dan kesalahan yang kerap terjadi dalam penerapan teknologi video tersebut, khususnya di pertandingan-pertandingan besar yang penuh tekanan.
“Kami tidak bisa bicara soal sepakbola setelah apa yang terjadi hari ini. Dimulai dari esok hari, VAR harus berubah. Tidak bisa diterima kesalahan terus terjadi di pertandingan besar seperti ini,” tegasnya.
Desakan untuk Perubahan dan Permintaan Pengunduran Diri
Chiellini tidak berhenti pada kritik terhadap sistem. Ia melangkah lebih jauh dengan menyoroti kualitas wasit yang menurutnya tidak sebanding dengan tingkat kompetisi Serie A. Ia secara khusus menyasar kinerja wasit pelaksana, Federico La Penna, dan mempertanyakan tanggung jawab atasan langsungnya, Gianluca Rocchi, selaku kepala komite wasit.
Mantan benteng pertahanan Timnas Italia itu mengingatkan bahwa Rocchi pernah mengancam akan mengundurkan diri jika terus mendapat protes. Chiellini kini justru mendesak ancaman itu untuk diwujudkan, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas rangkaian kontroversi yang terjadi sepanjang musim.
“Kami sudah berkali-kali bilang sejak awal musim, level wasit di sini belum bisa mengimbangi kualitas permainan di liga. Itu sudah terjadi ke banyak tim musim ini. Kita harus berubah,” lanjut Chiellini dengan nada tegas.
“Saya tidak tahu apakah mereka kurang terlatih, tidak bisa bertugas, atau apalah, yang faktanya wasit-wasit ini tidak sesuai dengan standar Serie A. Jadi, kalau Rocchi selalu mengancam akan pergi, mari kita lihat jika dia benar-benar pergi,” tandasnya menutup pernyataan.
Ledakan emosi dari seorang figur senior seperti Chiellini ini dipastikan akan menambah daftar panjang perdebatan tentang kualitas pengawasan pertandingan di kancah sepakbola Italia, sekaligus memberi tekanan lebih besar pada otoritas wasit untuk melakukan evaluasi mendalam.
Artikel Terkait
Libur Imlek Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik Jelang Imlek dan Ramadan
APPBI Proyeksikan Transaksi Mal Naik 10-15% Saat Ramadan 2026, Abaikan Fenomena Rojali
BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona untuk Jangkau 28 Juta Fans di Indonesia