MURIANETWORK.COM - Penjualan resmi Jetour T2 di Indonesia mencatatkan pencapaian signifikan dengan menembus angka 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dalam waktu singkat, tepatnya hingga awal Februari 2026. SUV terbaru ini kini memasuki fase distribusi dan serah terima kepada konsumen di berbagai daerah, menandai babak baru dalam perjalanan brand tersebut di pasar otomotif tanah air.
Lebih Dari Sekadar Angka Penjualan
Pencapaian ribuan SPK ini bukan sekadar tonggak kuantitatif bagi Jetour. Momen ini menandai dimulainya hubungan jangka panjang dengan para pemilik baru, di mana kualitas layanan purna jual dan pengalaman kepemilikan menjadi ujian sesungguhnya. Unit-unit pertama telah mulai meluncur ke tangan konsumen dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari, memberikan uji nyata di berbagai kondisi jalan Indonesia.
Brand Manager PT Jetour Sales Indonesia, Arief Sutrisno, menekankan bahwa fase setelah penjualan justru merupakan fondasi yang krusial. “Setelah serah terima unit, fokus kami adalah memastikan pengalaman kepemilikan berjalan dengan baik,” jelasnya dalam kesempatan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Ia menambahkan, “Bagi kami, konsumen bukan sekadar pembeli, melainkan bagian dari perjalanan dan pertumbuhan brand Jetour di Indonesia.”
Menurut Arief, angka 1.000 unit tersebut merefleksikan kepercayaan pasar yang mulai terbangun. Dalam tahap ini, penilaian langsung dari pengguna terhadap performa, kenyamanan, dan ketangguhan kendaraan akan menjadi indikator kunci yang lebih berbicara daripada janji pemasaran.
Dari Ekspektasi ke Kenyataan di Tangan Konsumen
Ketertarikan terhadap Jetour T2 banyak berawal dari desain tegasnya dan reputasi global brand yang telah lebih dulu dikenal. Sintya Marisca, salah satu konsumen yang masih menantikan unitnya, mengaku keputusannya dibentuk oleh faktor-faktor tersebut.
“Brand Jetour sendiri sudah memiliki reputasi global yang baik,” ungkapnya di booth Jetour. “Saya melihat Jetour T2 memiliki karakter yang tegas, modern, dan sesuai dengan gaya hidup eksploratif yang saya jalani, sehingga penantian untuk menerima unit terasa sepadan.”
Sementara itu, pengalaman nyata sudah bisa dibagikan oleh Glen Owen yang telah menggunakan kendaraannya selama dua minggu. Ia menyoroti proses serah terima yang tepat waktu dan performa kendaraan yang dinilainya melampaui ekspektasi.
“Proses serah terima unit berjalan tepat waktu sesuai komitmen. Setelah dua minggu pemakaian, Jetour T2 benar-benar melampaui ekspektasi saya,” tuturnya. “Kenyamanan suspensinya terasa optimal untuk penggunaan harian maupun perjalanan bersama keluarga, dan tenaganya tetap responsif di berbagai kondisi berkendara."
Dukungan Purna Jual dan Personalisasi di IIMS 2026
Untuk mendukung komitmen jangka panjang, Jetour T2 datang dengan paket garansi kendaraan dan mesin yang mengcover hingga enam tahun tanpa batas kilometer. Konsumen juga mendapatkan program perawatan gratis selama tiga tahun atau 45.000 km yang mencakup suku cadang dan biaya jasa.
Pada gelaran IIMS 2026, Jetour tak hanya memamerkan varian standar. Mereka juga menghadirkan konsep personalisasi melalui Obsidian Ultra Kit dan Nomad Kit yang mempertegas karakter rugged SUV. Aksesori ini meliputi body kit eksterior, nitrogen shock absorption, hingga rooftop tent yang dirancang khusus untuk kebutuhan petualangan overland.
Harga yang ditawarkan untuk Jetour T2 selama pameran adalah Rp568 juta on the road Jakarta. Harga ini merupakan penawaran khusus periode IIMS 2026 dan akan disesuaikan setelah acara berakhir.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Listrik Melonjak Tiga Kali Lipat pada Januari 2026
Kemenhub dan KNKT Pastikan Kebakaran Jetour T2 Akibat Dampak Sekunder Kecelakaan
Lepas L8 PHEV Resmi Meluncur di IIMS 2026, Tawarkan Ketahanan Banjir dan Teknologi V2L
IIMS 2026 Soroti Tren Perawatan Kendaraan, Rexco Fokus pada Edukasi dan Produk EV