Kemenhub dan KNKT Pastikan Kebakaran Jetour T2 Akibat Dampak Sekunder Kecelakaan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:00 WIB
Kemenhub dan KNKT Pastikan Kebakaran Jetour T2 Akibat Dampak Sekunder Kecelakaan

MURIANETWORK.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah merilis temuan investigasi terkait insiden mobil Jetour T2 yang terbakar usai kecelakaan di Tol Jagorawi. Audiensi klarifikasi yang melibatkan regulator, otoritas keselamatan, dan perwakilan produsen menyimpulkan bahwa sistem keselamatan kendaraan berfungsi sesuai standar, dengan kebakaran diduga kuat sebagai dampak sekunder dari benturan keras yang merusak bagian bawah mobil.

Penyelidikan Menyeluruh oleh Otoritas

Pertemuan klarifikasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub, Yusuf Nugroho. Sidang dihadiri pula oleh pimpinan KNKT, pejabat teknis terkait pengujian kendaraan bermotor, serta manajemen PT Jetour Sales Indonesia. Fokus utama investigasi adalah menelaah spesifikasi teknis, sistem keselamatan, dan mekanisme proteksi kebakaran pada kendaraan yang terlibat insiden.

Dalam pernyataannya, Yusuf Nugroho mengapresiasi respons cepat dari pihak produsen. Ia menegaskan bahwa tujuan pertemuan adalah untuk mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai kronologi dan hasil investigasi internal.

“Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respons cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada. Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour, dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan, serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” jelasnya.

Kronologi Teknis dan Analisis Benturan

Berdasarkan paparan hasil investigasi, sistem keselamatan kendaraan dilaporkan bekerja sesuai desain saat kecelakaan terjadi. Airbag mengembang dengan sempurna dan struktur bodi kendaraan tetap stabil, tidak terguling, dengan pintu yang masih dapat dibuka secara normal pasca insiden.

Analisis mendalam dari tim teknis mengungkap bahwa kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan samping, bukan dari belakang. Benturan dengan kekuatan ekstrem itu menyebabkan kerusakan parah pada roda depan dan belakang di sisi kiri. Kondisi inilah yang diduga memicu gesekan langsung antara bagian bawah kendaraan dengan permukaan jalan aspal.

Gesekan berkelanjutan inilah yang kemudian memunculkan api, menjadikan kebakaran sebagai konsekuensi lanjutan dari benturan keras, bukan sebagai penyebab awal insiden.

Komitmen Produsen Terhadap Standar Keselamatan

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelidiki insiden secara transparan dan berbasis fakta. Ia memastikan bahwa evaluasi teknis menunjukkan kinerja optimal sistem keselamatan yang berhasil melindungi pengendara dalam kejadian tersebut.

“Sejak awal kami berkomitmen menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Peter Zhang menyatakan perusahaan akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan dan menjaga komunikasi yang transparan dengan publik. Secara teknis, produk Jetour disebut telah memenuhi berbagai standar keselamatan internasional yang relevan, seperti ASEAN NCAP dan sejumlah regulasi ECE, yang menjadi acuan di pasar global.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar