Komitmen Bank Indonesia untuk turut serta membangun masyarakat kembali diwujudkan di Jawa Timur. Kali ini, melalui Kantor Perwakilannya, BI menyerahkan hibah sejumlah kendaraan dinas kepada beberapa mitra strategis. Penerimanya beragam, mulai dari Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Cabang Lamongan, Pondok Pesantren Sabilul Ihsan di Pamekasan, hingga SMK Negeri 7 Surabaya.
Ini bukan sekadar serah-terima kunci semata. Menurut pihak BI, langkah ini adalah upaya konkret untuk mendukung mobilitas dan kelancaran tugas para mitra tersebut. Dengan kendaraan yang memadai, efektivitas layanan kepada publik diharapkan bisa meningkat.
Ibrahim, Kepala Perwakilan BI Jatim, menekankan hal itu. Baginya, hibah ini adalah bentuk nyata sinergi dan kepedulian bank sentral.
"Bank Indonesia tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui dukungan terhadap institusi pemerintah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan," ujarnya, Minggu (21/12).
Pada intinya, kendaraan yang diserahkan diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apakah itu untuk urusan pemerintahan, kegiatan sosial dan keagamaan, atau aktivitas mendidik generasi muda di sekolah dan pesantren.
Di sisi lain, tahun 2025 ini saja, Kantor Perwakilan BI Jatim tercatat telah menyalurkan 13 unit kendaraan. Angka yang tidak kecil. Bantuan seperti ini tentu diharapkan bisa langsung terasa dampaknya, terutama dalam menunjang operasional sehari-hari dan memperluas jangkauan pelayanan.
Melalui kegiatan semacam ini, harapannya jelas: sinergi yang sudah terjalin makin kuat. Kolaborasi antara BI dan berbagai elemen masyarakat di Jatim ini diarahkan untuk satu tujuan besar, yakni mendukung pembangunan ekonomi daerah, peningkatan kualitas SDM, dan tentu saja, kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak
Ekonom UGM: Indonesia Bisa Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Malaysia Sudah Contoh
Presiden Prabowo Desak Percepatan Transisi Energi di BIMP-EAGA demi Jawab Krisis Global