Di tengah riuh Rapimnas Golkar di Jakarta Barat, Sabtu lalu, Bahlil Lahadalia menyampaikan pesan yang tegas. Ketua Umum partai itu menegaskan, Golkar tak boleh disalahgunakan. Tujuannya harus jelas: memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan sekelompok pengusaha.
Bahlil sendiri bersikukuh, dia tak pernah menjadikan partai sebagai kendaraan pribadi. Baik untuk urusan bisnis maupun kepentingan lainnya. Malah, dia meminta para kadernya berani menegur jika suatu saat dia terlihat melenceng.
Ucapnya lantang di hadapan para peserta rapat. Pernyataan itu sekaligus menepis segala prasangka.
Menurut Bahlil, dia juga tak pernah meminta dilayani secara berlebihan. Justru sebaliknya. “Saya sudah tahu bagaimana cara mengurus pribadi saya sejak kecil,” katanya. Gaya hidup mandiri itu dia jadikan pembeda. “Saya dilahirkan bukan untuk diurus, tapi untuk mengurus. Itulah perbedaan saya yang substantif.”
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Diwarnai Ribuan Pelanggaran, 1.030 Dapur Ditangguhkan
TAUD Kritik Penanganan Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Desak Pengadilan Sipil
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun