Di sisi lain, dia mengkritik budaya mengurus secara berlebihan di tubuh partai. Baginya, Golkar adalah aset bersama, milik negara, bukan alat untuk melayani individu.
tegasnya.
Melihat ke depan, Bahlil punya target yang jelas: meningkatkan suara Golkar di Pemilu 2029. Namun begitu, jalan menuju sana harus ditempuh dengan solid. Semua keputusan, ditegaskannya, harus lahir dari musyawarah, bukan dari keinginan satu atau dua orang saja.
“Itu kerja kita semua enggak ada yang lebih hero, enggak ada. Semuanya yang punya kontribusi itu,” pungkasnya. Sebuah penekanan bahwa di partai ini, tak ada pahlawan kesepian. Semua bergerak bersama.
Artikel Terkait
Elkan Baggott dan Timnas Indonesia Siap Tampil Beda di Era Baru John Herdman
PSM Makassar Gelar Latihan Perdana Usai Libur, Lima Pemain dan Pelatih Trucha Absen
Brigjen TNI (Mar) Briand Iwan Prang Diangkat sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan
Program Makan Bergizi Gratis Diwarnai Ribuan Pelanggaran, 1.030 Dapur Ditangguhkan