INNALILLAHI... Asap tebal mengepul dari kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) lalu. Kebakaran dahsyat telah menghanguskan gedung Terra Drone di Cempaka Baru. Korban jiwa berjatuhan: 22 orang, termasuk seorang karyawan yang sedang mengandung. Peristiwa ini langsung menyita perhatian kita semua.
Pertanyaan besar pun bergelayut: apa sebenarnya penyebabnya? Di tengah duka yang mendalam, publik juga mulai bertanya-tanya tentang perusahaan di balik gedung itu. Nyatanya, tak banyak yang akrab dengan nama Terra Drone.
Padahal, perusahaan ini adalah raksasa di bidangnya. Mereka penyedia jasa drone terbesar di dunia, berpusat di Jepang dan menggarap proyek di lebih dari 25 negara. Indonesia termasuk salah satunya, bersama Malaysia, Australia, hingga Brazil. Bisnis intinya? Menawarkan solusi mutakhir untuk pemetaan udara, inspeksi infrastruktur, dan analisis data.
Menurut sejumlah sumber, Terra Drone Indonesia punya aktivitas yang cukup signifikan di tanah air. Mereka aktif memetakan dan mengelola lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatera. Ini semua bagian dari layanan "Terra Agri", divisi agrikultur mereka yang fokus pada pertanian presisi.
Bahkan, pada 2021, mereka menjalin kemitraan dengan International Finance Corporation (IFC) dari World Bank Group. Tujuannya, melakukan studi bersama soal pemanfaatan drone untuk memantau petani sawit swadaya di Riau.
Klaim di situs resmi mereka cukup mengesankan. Dalam kurun lima tahun terakhir, Terra Drone Indonesia disebut telah menyelesaikan survei udara di area yang luasnya mencapai lebih dari 600.000 hektar. Cakupannya beragam, mulai dari pertambangan, utilitas, hingga tentu saja, perkebunan.
Lalu, apa untungnya perkebunan memakai jasa drone?
Jawabannya sederhana: efisiensi dan data yang akurat. Ambil contoh perusahaan sawit besar. Dengan drone, mereka bisa tahu persis waktu panen untuk setiap sektor kebun mana yang harus dipanen bulan ini, mana yang bulan depan. Teknologi ini juga membantu memantau usia dan produktivitas tanaman, menentukan area mana yang sudah perlu diremajakan. Singkatnya, informasi detail yang mustahil didapat dengan survei darat biasa.
Di Indonesia, peran drone jadi krusial. Negeri ini adalah produsen sawit nomor satu di dunia. Luas lahannya sangat masif. Mustahil mengumpulkan data secara manual. Maka, pengamatan dari udara lewat drone menjadi solusi yang tak tergantikan.
"
Dari sini, muncul satu poin yang patut dicermati: operator drone tentu menyimpan semua data yang mereka kumpulkan dari setiap klien perkebunan. Itu adalah aset berharga.
Di tengah nestapa ini, kita hanya bisa berharap insiden ini murni sebuah kecelakaan yang menyedihkan. Semoga benar demikian.
Innalillahi wainnailaihi rojiun.
Allahummaghfirlahum warhamhum wa'afihim wa'fuanhum.
Untuk keluarga korban, semoga diberikan ketabahan, kelapangan rezeki, dan keimanan yang kuat. Aamiin.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu