Megawati Ingatkan Pentingnya Dapur Umum, Bukan Cuma Bagi-bagi Mie Instan

- Jumat, 19 Desember 2025 | 17:30 WIB
Megawati Ingatkan Pentingnya Dapur Umum, Bukan Cuma Bagi-bagi Mie Instan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri punya cerita menarik soal penanganan bencana. Pengalamannya itu ia bagi saat memberi pengarahan kepada relawan Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat lalu. Salah satu hal yang ia soroti adalah soal bantuan logistik, terutama mi instan.

Megawati teringat masa ia masih menjabat wakil presiden. Suatu kali, ia diajak melihat sebuah gudang penyimpanan bantuan bencana. Isinya? Hanya tumpukan mi instan. Ia pun mengernyit.

"Gudang isinya hanya mi. Lah ko mi, mau bikin mi gimana ya," ujarnya.

"Mi instan karena kalau mi semua, kembung perut orang," lanjut Megawati.

Ia lantas memaparkan problem praktisnya. Menurutnya, situasi di lapangan seringkali jauh lebih rumit daripada sekadar membagikan bantuan kemasan. "Terus mi mau diapakan? Mikir dong, kalau mau diberi air, jadi mi rebus. Jadi mesti ada untuk merebusnya. kan harus ada api, padahal dalam keadaan bencana kering. Bencana kering itu kebakaran dan sebagainya," tambahnya.

Cerita itu bukan sekadar kelakar. Bagi Megawati, insiden itu menyadarkan satu hal penting: pentingnya memahami kebutuhan korban secara langsung, bukan sekadar menebak-nebak.

"Oleh sebab itu, tadi yang sudah datang dari daerah masing-masing saya minta tolong untuk ditanya ini butuh apa," pinta Megawati.

Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya membentuk Baguna. Ada satu aturan standar yang ia tegaskan: setiap kali Baguna turun ke lokasi bencana, mereka wajib langsung mendirikan dapur umum. Titik.

"Tidak ada perintah lagi begitu Baguna turun harus buka dapur umum. Waktu sekarang dapur umum harus dengan masakan yang hangat," tegasnya.

Prinsipnya sederhana: bantuan harus tepat guna dan manusiawi. Dapur umum itu, kata dia, terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan, tanpa pandang bulu.

"Itu tidak hanya orang partai siapa pun mau makan dipersilakan untuk makan. Ini enggak ada urusan partai, ini urusan kemanusiaan tahu," tutup Megawati dengan nada tegas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar