Namun begitu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja. Kewajiban untuk mengatasi kendala dan memenuhi kebutuhan korban bencana, kata dia, tidak akan diabaikan.
Di sisi lain, Tito juga menyampaikan apresiasi. Uluran tangan dan gotong royong masyarakat dinilainya sangat membantu proses tanggap darurat di Sumatera.
"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terus membantu masyarakat Indonesia atas uluran tangan dan usaha gotong royong yang dilakukan," jelas Tito.
"Kita terus bersama-sama dalam bingkai soliditas kebangsaan dan kemanusiaan untuk segera memulihkan."
Bagi warga di lokasi bencana, pemulihan adalah hal yang mendesak. Banjir dan longsor yang berulang bukan cuma mengganggu aktivitas, tapi sudah merusak rumah dan menghantam keras perekonomian mereka. Bendera putih itu adalah pesan terakhir yang mereka kibarkan, berharap ada respons yang lebih serius dan nyata dari Jakarta.
Artikel Terkait
Misteri Masa Lalu Kiai Sadrach: Benarkah Ia Pernah Nyantri?
Bosnia hingga Gaza: Cermin Kelam Perdamaian yang Dipaksakan
Sidang Kemnaker Bergulir: Aliran Dana Euro Rp50 Juta Mengarah ke Ibu Menteri
Lebih Pilih Penjara Setahun Daripada Kembalikan Uang Rp 4,6 Miliar