Di sisi lain, Nanik sangat mengapresiasi kreativitas para pelaksana di lapangan. Dia melihat banyak kepala SPPG, relawan dapur, dan mitra yang sudah berusaha keras membuat edukasi gizi jadi lebih menarik bagi anak-anak.
Nah, dari situlah muncul ide kostum Power Rangers tadi. Bayangkan, saat mobil pengantar makanan datang, yang turun adalah ‘Power Rangers’ yang membawa kotak makan bergizi. Rasanya pasti berbeda.
"Kami berikan pengemudi itu kostum Power Rangers, jadi antusiasme mereka itu makin tinggi. Bilang ke siswa, besok saya akan bawa Power Rangers ke sini lagi, kalau pada mau makan sayur. Besok tak (saya) bawakan jajan, sekali-sekali bawakan burger atau apa, gitu, tetapi dengan catatan makan sayur," ujarnya menjelaskan skemanya.
Jadi, intinya sederhana: membuat hal yang baik terasa menyenangkan. Dengan pendekatan yang lebih hidup dan dekat dengan dunia anak, program makan bergizi diharapkan bisa lebih diterima, bukan sekadar kewajiban.
Artikel Terkait
Dua Mahkota Longsor di Gunung Burangrang Picu Bencana Dahsyat
Unit Pencegahan Gaza Gempur Geng Kolaborator, Sita Senjata Zionis
Said Didu Ungkap Isi 4 Jam Dialog Rahasia dengan Prabowo
Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kliennya Ditahan dalam Kasus Penganiayaan di Acara Maulid Tangerang