Proyek perpanjangan MRT Jakarta ke wilayah Tangerang kini mulai bergulir. Tak cuma ke Serpong, rencananya bakal merambah hingga Balaraja. Saat ini, tahapannya sudah masuk ke studi kelayakan, dan yang menarik, pengembang swasta turut dilibatkan.
Farchad Mahfud, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, mengungkapkan bahwa feasibility study untuk rute Lebak Bulus-Serpong sedang dikerjakan bersama Sinarmas Land. Target penyelesaiannya di akhir 2026.
"Kita akan fokus pada joint study yang kita lakukan dengan mitra, Sinarmas Land, untuk memfinalkan studinya di akhir tahun," jelas Farchad saat ditemui di kantor pusat MRT, Sudirman, Selasa lalu.
Rute yang dibahas itu panjangnya kira-kira 22 kilometer. Bayangin aja, dari Jakarta ke Serpong cuma butuh sekitar 36 menit. Rencananya, akan ada 10 stasiun dan satu depo sepanjang jalur tersebut.
Tapi Farchad buru-buru menegaskan. Semua angka dan rincian itu masih berupa kajian. Belum ada yang final.
"Stasiunnya ini masih belum ditentukan, jalurnya pun masih belum ditentukan ya. Jadi tolong jangan di-quote ini sebagai jalurnya final," ungkapnya. "Di seluruh studi ini, kita ingin memastikan jalurnya yang tepat itu seperti apa, sehingga nantinya bisa layak dibiayai secara fully private fund."
Nah, selain ke Serpong, ada lagi rencana lain yang tak kalah besar. MRT Jakarta juga menyiapkan perpanjangan ke arah Kabupaten Tangerang, tepatnya lewat koridor Kembangan-Balaraja. Untuk proyek yang satu ini, MRT dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan tujuh pengembang swasta. Tujuannya buat memperdalam kajian pengembangan jalur MRT Lintas Timur-Barat fase 2 sisi Banten.
Rute ke Balaraja ini lebih panjang lagi, hampir 30 kilometer. Desainnya akan menggunakan konstruksi layang, dengan 14 stasiun dan satu depo.
Farchad menutup pembicaraan dengan nada optimis. "Di mana kita ingin mendorong pengembangan menggunakan developer contribution. Tunggu aja tanggal mainnya nanti, dari Pak Dirut akan ada pengumuman dalam waktu dekat," tuturnya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak 7 Persen Imbas Negosiasi AS-Iran Mandek dan Stok AS Anjlok
Wall Street Loyo Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Tunggu Laporan Empat Raksasa Teknologi
Taspen Serahkan Santunan Rp283 Juta ke Ahli Waris Guru SD Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah