Ustadz Abdul Somad Kutip Hadist Usai Gubernur Riau Abdul Wahid Kena OTT KPK
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjadi tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang digelar pada Senin (3/11). Ia ditangkap bersama delapan orang lainnya dan kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum.
Pada Selasa pagi, Abdul Wahid dan rombongan tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap kasus korupsi yang melibatkannya.
Keterkejutan atas Penangkapan Gubernur Riau
Penangkapan Abdul Wahid dalam OTT KPK mengejutkan banyak pihak. Selama ini, ia dikenal sebagai figur yang berjuang dari bawah hingga berhasil menduduki kursi gubernur. Kisah perjalanan karirnya dari latar belakang sederhana menjadi pemimpin daerah menjadi perhatian publik.
Ustadz Abdul Somad Kenang Perjalanan Karir Abdul Wahid
Salah satu yang turut terkejut adalah sahabatnya, Ustadz Abdul Somad (UAS). Melalui unggahan di Instagram, UAS mengenang perjalanan hidup Abdul Wahid, mulai dari masa kecilnya sebagai anak yatim, mondok di Canduang, hingga bekerja sebagai kuli bangunan untuk membiayai kuliahnya.
UAS juga menceritakan bagaimana Abdul Wahid memulai karir politiknya dengan menjadi anggota DPR pada 2019, lalu terpilih sebagai Gubernur Riau untuk periode 2025-2030. UAS telah memberikan dukungan sejak awal dan kerap mendampingi Abdul Wahid dalam kunjungan ke berbagai daerah.
Dukungan UAS dan Komitmen Abdul Wahid
UAS mengungkapkan bahwa ketika Abdul Wahid menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur, ia memberikan dukungan dengan syarat Abdul Wahid menyetujui 16 poin komitmen, seperti pembangunan Islamic Centre, pemberian beasiswa, dan insentif bagi guru mengaji.
UAS menegaskan bahwa dirinya tetap memberikan dukungan dan mendoakan Abdul Wahid meski kini sang gubernur terjaring OTT KPK. Ia juga mengutip sebuah hadist mengenai takdir yang telah ditetapkan Allah.
"Semua orang berkumpul untuk memudaratkanmu, tidak akan mampu, kecuali memang sudah takdir Allah. Pena takdir sudah terangkat, kertas takdir sudah kering. (HR. At-Tirmidzi)."
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar