Menurut Menkominfo Meutya Hafid, capaian ini buah dari kerja sama solid semua pihak.
Namun begitu, di ruang digital, banyak warganet punya tafsir lain. Bukan karena kebijakan pemerintah pusat, melainkan berkat aksi militer Thailand yang menggempur sarang judol di Kamboja itu. Mereka melihat langsung korelasi antara hancurnya markas operasi di perbatasan dengan lesunya transaksi di dalam negeri.
Jadi, mana yang lebih berpengaruh? Upaya sistematis pemerintah melalui pemblokiran dan penindakan, ataukah aksi 'pembersihan' eksternal oleh tentara Thailand yang memutus salah satu sumber pasokan judol? Mungkin keduanya saling mengisi. Yang jelas, angka Rp 155,4 triliun itu memberi secercah harapan. Meski masih besar, setidaknya trennya mengarah ke bawah. Dan di tengah maraknya berita buruk, sedikit kabar baik seperti ini patut disyukuri.
Artikel Terkait
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Dua Sahabat, Satu Kementerian: Nasib Berbeda di Balik Meja Kekuasaan
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan
Wapang TNI Desak Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut