Istri Hoegeng Iman Santoso Wafat di Usia 100 Tahun, Prabowo hingga Jokowi Kirim Karangan Bunga

- Selasa, 03 Februari 2026 | 22:10 WIB
Istri Hoegeng Iman Santoso Wafat di Usia 100 Tahun, Prabowo hingga Jokowi Kirim Karangan Bunga

Di usia yang menginjak satu abad, Eyang Meri begitu sapaan akrab Meriyati Hoegeng, istri mendiang Kapolri ke-5 Hoegeng Iman Santoso akhirnya tutup usia. Kabar duka ini menyebar Selasa (3/2) sore, tepatnya pukul 13.25 WIB, setelah beliau menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati.

Rumah duka di kawasan Pesona Khayangan, Depok, pun mulai ramai oleh pelayat. Udara malam itu terasa hening, meski lampu-lampu tetap terang. Dan di antara hamparan karangan bunga, beberapa nama penting terlihat.

Yang paling mencolok, tentu saja, rangkaian bunga dari Presiden Prabowo Subianto. Pita putihnya bertuliskan kalimat belasungkawa. Tak jauh dari sana, karangan serupa dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan mantan Presiden Jokowi juga terpajang. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, turut mengirimkan tanda hormat.

Menurut rencana, prosesi pemakaman akan dilaksanakan Rabu (4/2) besok. Eyang Meri akan dimakamkan di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Bogor. Tempat peristirahatan terakhirnya nanti bersebelahan dengan makam sang suami, Hoegeng Iman Santoso, sosok yang dikenal sangat jujur itu.

Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang dalam, terutama bagi keluarga dan institusi kepolisian. Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, hadir mewakili rasa duka itu.

“Hari ini kita dari jajaran kepolisian berduka atas meninggalnya almarhumah Ibu Meriyati,” ujarnya di lokasi.

Perjalanan hidup Eyang Meri sendiri panjang dan penuh makna. Lahir pada 23 Juni 1925, ia adalah putri dari Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Tak lama setelah Indonesia merdeka, tepatnya 31 Oktober 1946 di Yogyakarta, ia dipersunting oleh Hoegeng. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga orang anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.

Di ulang tahunnya yang ke-100 tahun lalu, Eyang Meri masih terlihat bersyukur. Ia sempat mendapat kunjungan kejutan dari petinggi Polri.

“Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya keadaan sehat, selamat dalam lindungan Allah SWT,” katanya kala itu, Senin (23/6).

Kini, semua telah menjadi kenangan. Selamat jalan, Eyang Meri.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar