MAGELANG Suasana siang yang seharusnya tenang di Gunung Tidar, Magelang, tiba-tiba berubah jadi mencekam Sabtu lalu. Angin mendadak menderu kencang, dan sebuah pohon pinus besar pun tumbang. Nahas, ia menimpa sejumlah peziarah yang baru saja tiba dan hendak memulai perjalanan spiritual mereka.
Dampaknya tragis. Satu orang peziarah asal Tempuran, Magelang, meninggal dunia karena luka parah di kepalanya. Empat lainnya dari Kediri dan Majenang mengalami luka-luka. Mereka semua langsung dilarikan ke RSUD Tidar untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya begitu cepat dan tak terduga.
“Kejadiannya spontan, kami lagi naik tiba-tiba pohon roboh. Saat kejadian angin kencang, ada enam orang yang tertimpa,” ujar Siti Maryam, salah satu korban asal Kediri.
Ia menambahkan, mereka datang khusus untuk berziarah. Tapi malapetaka datang lebih dulu, tepat di area parkiran sebelum pendakian dimulai.
Rupanya, bukan hanya peziarah yang jadi korban. Pohon yang tumbang itu juga sempat menghantam sebuah gapura dan mobil yang terparkir di lokasi. Bahkan, ada laporan pohon lain di sekitar juga ikut roboh diterpa angin. Cuaca ekstrem saat itu benar-benar meninggalkan jejak kerusakan.
Pemerintah Kota Magelang pun tak tinggal diam. Larsita, Plt Sekda Kota Magelang, membenarkan insiden tersebut.
“Kejadian di Gunung Tidar ini pohon pinus tumbang menimpa gapura juga mengenai mobil dan empat pengunjung,” katanya.
Ia menegaskan, pemkot bergerak cepat. Selain memastikan korban mendapat perawatan medis terbaik, mereka juga memberikan santunan dan menanggung seluruh biaya pengobatan, baik untuk korban luka maupun yang meninggal.
“Korban luka kami upayakan pengobatan medis yang optimal,” ucap Larsita.
Kabarnya, setelah menjalani observasi, keempat korban luka tersebut sudah diperbolehkan pulang. Meski begitu, peristiwa ini jadi pengingat pahit bagi banyak pihak. Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama ketika cuaca tak menentu dan angin kencang melanda wilayah Magelang. Kejadian di Gunung Tidar ini menunjukkan, bencana bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal yang tampak paling kokoh sekalipun.
Artikel Terkait
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Usai Kalahkan Gresik Petrokimia 3-0
Mustamin Raga Jabat Posisi Baru di Gowa, Publik Harapkan Tata Kelola Pemerintahan Lebih Transparan
Nelayan Temukan Satu Kilogram Sabu Terdampar di Pesisir Pangkep, Polisi Selidiki Jaringan Narkoba
Polrestabes Makassar Ungkap Peredaran Sinte Bentuk Cair untuk Vape, Sembilan Tersangka Diamankan