Gambar-gambar yang beredar di media sosial cukup mengerikan. Asap mengepul, ledakan terdengar, dan bangunan di perbatasan Kamboja hancur berantakan. Bukan perang konvensional, tapi ini aksi militer Thailand yang membombardir markas judi online atau yang akrab disebut 'judol' di negara tetangganya itu.
Nah, menariknya, aksi keras Thailand ini rupanya beresonansi dengan situasi di dalam negeri. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini mengumumkan sebuah tren yang cukup menggembirakan: transaksi judi online di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Data dari PPATK bicara jelas. Pada 2025, perputaran uang dari judol tercatat 'hanya' Rp 155,4 triliun. Angka itu turun drastis, hampir 60 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 359,8 triliun. Penurunan sebesar itu tentu bukan hal sepele.
Artikel Terkait
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Dua Sahabat, Satu Kementerian: Nasib Berbeda di Balik Meja Kekuasaan
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan
Wapang TNI Desak Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut