Polemik soal ijazah Presiden Jokowi kembali mencuat, dan kali ini Mahfud MD angkat bicara. Mantan Menko Polhukam itu punya pandangan jelas: sebaiknya Universitas Gadjah Mada (UGM) tak perlu lagi larut dalam perdebatan yang tak berujung.
Menurut Mahfud, pernyataan resmi UGM yang menyatakan telah mengeluarkan ijazah atas nama Joko Widodo sebenarnya sudah cukup. Titik. Tak perlu ada klarifikasi berlebihan atau ikut campur soal benar-salahnya pihak lain.
“UGM sudah cukup menurut saya. Tidak usah ikut-ikut lagi tentang benar salahnya siapa,” tegas Mahfud dalam podcast pribadinya yang tayang Senin lalu.
Ia melanjutkan, “Ada orang bernama Jokowi alumni UGM, titik. Jokowinya yang mana? Itu pengadilan. Ijazahnya yang mana? Itu pengadilan.”
Pernyataannya jelas. Intinya, Mahfud memisahkan dua ranah yang berbeda. Di satu sisi, ada kewenangan kampus untuk mengonfirmasi keluarnya sebuah dokumen. Di sisi lain, persoalan dugaan pemalsuan atau keabsahan fisik ijazah sepenuhnya adalah wilayah hukum.
Ia menegaskan, urusan membuktikan keaslian sebuah ijazah apakah itu palsu atau tidak bukanlah tugas UGM. Itu adalah kewenangan penuh pengadilan, yang nantinya akan memutuskan berdasarkan pembuktian forensik dan alat bukti lain yang sah.
Dengan kata lain, biarkan proses hukum yang bekerja. Kampus, dalam pandangannya, sudah menyelesaikan tugas administrasinya.
Artikel Terkait
Ana/Trias Taklukan Wakil India, Lolos ke 16 Besar Indonesia Open 2026
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Saluran Irigasi Karawang, Warga Berbondong Ambil Ikan Hanyut
Bone Pertahankan Opini WTP dari BPK untuk Ke-11 Kali Berturut-turut
Penjual Siomay Keliling Diduga Jadi Korban Penjambretan di Makassar, Polisi Selidiki Rekaman CCTV