Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat: 1.963 Personel Dikerahkan
Sebanyak 1.963 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Jakarta. Aksi unjuk rasa ini berlangsung di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada hari Senin.
Lokasi aksi unjuk rasa berpusat di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas). Proses pengamanan dilakukan oleh kepolisian dengan menerapkan pendekatan yang humanis dan profesional guna menjaga situasi.
Pendekatan Humanis dan Tanpa Senjata Api
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas di lapangan tidak dibekali dengan senjata api. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa proses penyampaian pendapat berlangsung dalam kondisi yang aman dan kondusif bagi semua pihak.
“Anggota kami tidak membawa senjata api,” jelas Susatyo. “Kami ingin seluruh proses berjalan aman, tertib, dan saling menghormati,” tambahnya. Hal ini merupakan bagian dari strategi polisi dalam mengawal demonstrasi.
Imbauan untuk Peserta Aksi dan Orator
Kepolisian juga memberikan imbauan kepada seluruh peserta aksi unjuk rasa. Massa diajak untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan atau merusak fasilitas umum yang ada.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah, Klaim Asuransi Tani Tembus Rp 9,4 Miliar
Ramadan, Tradisi Ziarah ke Makam Ulama dan Tokoh Sejarah di Sulawesi Selatan
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan