Menurut penuturannya, material kayu itu tak cuma mengubur tempat tinggal. Areal kebun masyarakat, yang selama ini jadi tumpuan hidup, ikut tertutup rapat. Bayangkan saja, sumber penghasilan mereka mendadak berubah jadi tumpukan kayu tak karuan.
“Luas areal yang ditutupi kayu gelondongan tersebut hampir empat hektare,” tambah Sofyan.
Memang, Kecamatan Bandar Pusaka termasuk wilayah yang paling parah terdampak. Bencana ini menunjukkan betapa rentannya kawasan itu, bukan hanya terhadap air, tapi juga terhadap material hutan yang ikut menyertainya. Kehidupan warga di sana kini terpaksa berhenti sejenak, menunggu proses pemulihan yang pastinya tak akan singkat.
Artikel Terkait
Semifinal Lomba Domino IKATSI Unhas Berlangsung Sengit di Unhas Hotel
Harga Emas Batangan di Pegadaian Masih Stabil di Awal Pekan
Hiu Penjemur Raksasa Muncul di Perairan Dekat Pelabuhan Makassar
Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo