jelas Agus. Pengelolaannya nanti diserahkan pada PT AMI dan pengelola stadion.
Kalau dirinci, ke-15 titik rawan tadi tersebar di beberapa jalan utama. Mulai dari Jalan Pasar Kembang depan Stasiun Tugu, Jogonegaran, sampai ke KS Tubun dan KH Ahmad Dahlan. Lalu ada juga Brigjen Katamso, Taman Siswa, Veteran, hingga kawasan Dagen dan Pajeksan. Urip Sumoharjo, Margo Utomo, Perwakilan, Reksobayan, dan tentu saja Malioboro sendiri juga masuk daftar.
Kabar baiknya, Pemkot memastikan Malioboro tidak akan diterapkan sebagai kawasan full pedestrian selama Nataru nanti. Kebijakan ini diharapkan bisa meredam kemunculan parkir liar di jalur-jalur sirip Malioboro, yang sebelumnya meningkat saat uji coba kawasan bebas kendaraan digelar.
Semua rencana ini akan dijalankan dalam Operasi Lilin Progo 2025. Pengawasan dan penertiban akan difokuskan pada titik-titik rawan tadi. Tinggal tunggu saja, apakah langkah antisipasi ini cukup ampuh menghadapi ‘banjir’ kendaraan yang diprediksi akan memadati Kota Gudeg dalam beberapa minggu ke depan.
Artikel Terkait
Malaikat di Roma yang Mirip PM Meloni Picu Polemik Politik
Utusan AS dan Rusia Gelar Pembicaraan Rahasia di Florida, Bahas Jalan Damai Ukraina
Balita 4 Tahun di Cilacap Tewas Dibunuh dan Dilecehkan oleh Tetangga Sendiri
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak