TNI Kerahkan 35 Ribu Personel dan Alutsista untuk Tangani Bencana di Sumatera

- Rabu, 17 Desember 2025 | 04:50 WIB
TNI Kerahkan 35 Ribu Personel dan Alutsista untuk Tangani Bencana di Sumatera

TNI Kerahkan Segala Daya untuk Tangani Bencana di Sumatera

Di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, suasana siang itu cukup padat. Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Osmar Silalahi, tampil di hadapan awak media. Ia didampingi sejumlah perwira tinggi untuk memberi penjelasan terkini. Topiknya satu: penanggulangan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pertemuan itu digelar Senin, 15 Desember 2025.

Silalahi langsung menegaskan komitmen TNI. “Kami hadir bersama seluruh kementerian dan lembaga negara,” ujarnya. Intinya, membantu masyarakat terdampak adalah prioritas utama.

Brigjen TNI Osmar Silalahi memaparkan upaya TNI dalam penanggulangan bencana.

Di lapangan, geraknya masif. Hingga saat ini, TNI sudah mengerahkan 35.477 personel yang tersebar di tiga provinsi itu. Angkanya mungkin masih bertambah. Mereka tak main-main. Untuk memperkuat gugus tugas di Aceh Tamiang, misalnya, Batalyon Teritorial Pembangunan 899 dari Kodam Jaya dikirim. Caranya? Tiga pesawat Hercules diterbangkan khusus membawa mereka plus perlengkapan penting seperti mesin penjernih air portable dan genset.

Namun begitu, yang dibutuhkan bukan cuma personel. Alat berat jadi kunci di lokasi bencana. Karena itulah, TNI juga memberangkatkan 310 personel Batalyon Zeni Marinir ke wilayah Sibolga. Mereka membawa serta dozer, ekskavator, dan kendaraan pendukung lainnya.

“Kami juga menyiapkan Batalyon Zipur 10 Kostrad dari Pasuruan dan Batalyon Zipur 5 dari Kodam V Brawijaya di Malang,” tambah Silalahi. Pasukan zeni dari Angkatan Darat ini rencananya akan diberangkatkan menggunakan KRI Teluk Banten. Persiapan terlihat menyeluruh.

Lalu bagaimana dengan distribusi bantuan? Ini soal lain yang rumit. TNI mengerahkan 81 unit alutsista. Armada ini campuran: pesawat fixed wing, helikopter, kapal perang, plus kendaraan darat. Hasilnya, lebih dari 2.315 ton logistik sudah disalurkan lewat udara, laut, dan darat. Pesawat-pesawat dari Lanud Halim dan lanud daerah lainnya terus bolak-balik, memastikan bantuan sampai ke lokasi yang terisolasi sekalipun.

Di sisi lain, upaya pemulihan infrastruktur mulai terlihat. Kolaborasi TNI dengan Kementerian PUPR dan pemda setempat berhasil membangun tujuh jembatan siap pakai. Rinciannya: satu di Aceh, tiga di Sumatera Utara, dan tiga lagi di Sumatera Barat. Pencapaian ini cukup signifikan untuk membuka akses.

Tak cuma itu. TNI mengoperasikan dapur lapangan, membuka 49 pos kesehatan tersebar, dan bahkan mengerahkan dua KRI yang difungsikan sebagai rumah sakit terapung. Upaya ini menunjukkan skala operasi yang sangat luas.

Di akhir penjelasannya, Silalahi menekankan satu hal. “TNI senantiasa memberikan yang terbaik,” pungkasnya. “Kami kerahkan segala sumber daya yang dimiliki demi saudara-saudara kita yang terdampak.”

Nada suaranya tegas, penuh keyakinan. Di balik angka dan data yang dipaparkan, ada upaya nyata yang sedang berlangsung di tiga provinsi yang porak-poranda itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar