"Itu cuma mitos," ujarnya, mencoba meredam kekhawatiran yang mulai merebak.
Di sisi lain, pemerintah daerah langsung mengambil sikap. Bupati Rokan Hulu, Anto, dengan tegas mengimbau masyarakat. Ia meminta agar tidak ada satu pun yang mencoba menangkap atau menyakiti lumba-lumba tersebut. Baginya, ini momentum berharga.
Fenomena langka ini, harap Bupati, bisa membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjaga Sungai Rokan. Ekosistemnya harus tetap lestari, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi mendatang. Sampai sekarang, kedua lumba-lumba itu belum terlihat lagi. Mereka menghilang, meninggalkan decak kagum dan cerita yang akan dikenang lama.
Artikel Terkait
Siklus Keracunan MBG: Klarifikasi, Maaf, dan Janji yang Tak Pernah Tuntas
Jeruk Mandarin: Kisah di Balik Simbol Keberuntungan Saat Imlek
Yanuar Nugroho Sindir MBG: Proyek yang Abaikan Akal Sehat
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang