Siklus MBG: Ritual Bulanan yang Seolah Tak Pernah Usai
Rasanya kita sudah hafal di luar kepala. Setiap bulannya, skenario yang sama berputar lagi dan lagi. Seperti rekaman yang diputar ulang, atau drama komedi yang alurnya sudah bisa ditebak sejak adegan pertama. Padahal, ini bukan bahan tertawaan.
Pertama, mereka masak. Lalu, hidangan itu disantap banyak orang. Tak lama setelahnya, berita keracunan pun muncul. Korban berjatuhan.
Dan di sinilah klimaksnya selalu sama.
Bukannya langsung introspeksi, yang keluar justru pernyataan klarifikasi. Seringkali disertai tudingan ada pihak lain yang disabotase, atau antek-antek yang ingin menjatuhkan. Pernyataan serius itu kadang ditutup dengan emoji ketawa, seolah ini semua hanya lelucon belaka.
Setelah tekanan publik makin keras, barulah suasana berubah. Ada tangisan, permintaan maaf yang terdengar khidmat, dan tentu saja, janji manis bahwa kejadian serupa takkan terulang.
Artikel Terkait
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002
Hujan Deras di Jakarta, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan Akibat Genangan
Ribuan Nahdliyin Padati Istora, Rayakan Seabad NU dengan Semangat Merawat Peradaban