Jakarta - Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, nuansa gotong royong terasa kental. Lions Club Jakarta Selatan Tulip bersama Nahdlatul Ulama (NU) menggelar aksi sosial 'Berkah Ramadhan'. Mereka membagikan tak kurang dari 3.000 paket sembako untuk warga yang membutuhkan.
Bantuan disalurkan secara bertahap di sejumlah lokasi di Jakarta dan Depok. Salah satu titik penyalurannya adalah di Rumah Batu, Kelurahan Pancoran Mas, Rangkapan Jaya, Depok. Program ini jelas jadi wujud kepedulian nyata, ingin meringankan beban masyarakat prasejahtera agar bisa beribadah dengan lebih tenang.
Presiden Lions Club Jakarta Selatan Tulip, Lolita Djong, menyampaikan harapannya.
"Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang, penuh rasa syukur, dan keberkahan," ujar Lolita, Senin (9/3/2026).
Dia menambahkan, Lions Group Jakarta Selatan Tulip berupaya hadir sebagai mitra sosial yang memperkuat semangat solidaritas.
Bagi Lolita, pelayanan sosial bukanlah hal yang bersifat seremonial belaka. Itu adalah panggilan.
"Pelayanan adalah panggilan hati. Karena itu, kami selalu mengusung semangat 'We Serve with Heart', kami melayani dengan hati. Melayani dengan hati berarti hadir dengan ketulusan, bekerja dengan empati," katanya.
Kegiatan ini sejalan dengan salah satu pilar Lions Clubs International, Relieving the Hunger, yang fokus pada penanganan kelaparan. Kolaborasi dengan NU dipilih untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Pada kesempatan ini, di bulan Ramadan yang suci, kami berinisiatif untuk berkolaborasi dengan NU untuk menyalurkan bantuan ke beberapa titik. Sebelum acara ini sudah ada dua titik yang kami bagikan dari total tiga ribu paket. Setelah ini akan ada pembagian di titik-titik lain, kurang lebih ada sepuluh titik," jelas Lolita.
Penerima bantuan beragam, mulai dari marbot masjid, keluarga dhuafa, hingga warga sekitar yang memang memerlukan dukungan bahan pokok. Selain di Pancoran Mas, penyaluran juga menjangkau wilayah seperti Sukmajaya, sejumlah masjid, hingga pesantren di Cinere dan Bojongsari.
Kolaborasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Umum MUI, KH. Dr. Marsudi Syuhud.
"Saya mengucapkan support dan terima kasih kepada Lions Club yang selalu melakukan kegiatan humanitarian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ucap Marsudi.
Menurutnya, jaringan NU yang luas hingga ke akar rumput membuat data penerima bantuan lebih real dan tepat sasaran.
"NU itu mempunyai jaringan sampai ke RT. Maka kita mengetahui data kemiskinan itu real, tidak cuma kira-kira. Ketika bekerja sama dengan NU untuk kegiatan humanitarian, ini lebih tepat dan insyaallah bisa diaudit," ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf. Dia menilai acara ini menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang penting.
"Acara Berkah Ramadhan ini merupakan kegiatan yang sungguh bernilai karena menghadirkan nilai-nilai kepedulian, dan solidaritas di tengah kehidupan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah," tutur Fatma.
Fatma menegaskan, peningkatan kesejahteraan sosial adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah.
"Negara hadir melalui kebijakan dan program perlindungan sosial, tetapi Kementerian Sosial dalam hal ini tentu tidak bisa berjalan sendiri. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lions Club yang telah melaksanakan kegiatan mulia ini," tutupnya.
Kehadiran sejumlah tokoh seperti District Governor Lions Clubs International Edwin Purwohandianto dan Ketua PCNU Depok K.H. Achmad Solechan dalam acara itu semakin mempertegas kolaborasi yang terjalin. Harapannya, semangat seperti ini tidak hanya ada di Ramadan, tetapi berlanjut terus ke depannya. Membangun kepedulian memang butuh kerja sama dari banyak pihak.
(akd/akd)
Artikel Terkait
HUT ke-22 Tagana, Kemensos Gelar Bakti Sosial dan Salurkan Bansos Rp225 Juta di Jakarta Pusat
Polres Bangka Tengah: Tak Ada Bukti Anggota Terlibat Pencurian Sawit di Lahan Sitaan Kejagung
Kebakaran Toko Parfum di Tuban, Satu Pembeli Luka Bakar Akibat Percikan Saat Mencoba Produk
Kemensos Ajukan Tambahan 5.000 Guru untuk Sekolah Rakyat