BEKASI – Kalau bicara bulu tangkis Indonesia, nama Alan Budikusuma dan Susy Susanti pasti tak terlupakan. Kini, pasangan legendaris itu kembali berbuat nyata untuk negeri. Mereka baru saja meresmikan wadah pembinaan atlet sejak usia dini. Namanya ASNA Academy, berlokasi di Revo Mall Bekasi. Komitmennya jelas: menjaring dan mengasah bakat-bakat muda dengan pendekatan yang lebih kekinian.
Akademi ini resmi diluncurkan Jumat lalu (30/1/2026). Menariknya, pusat pelatihan ini sengaja hadir di dalam mall. Harapannya, anak-anak bisa mengenal dunia olahraga secara profesional, tapi dalam suasana yang menyenangkan dan mudah diakses.
Alan dan Susy tak bekerja sendirian. Mereka menggandeng Widyana Susanty, Pendiri Mitra Indonesia Cerdas yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pendidikan. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan sebuah akademi yang tak cuma soal latihan fisik, tapi juga memadukan prinsip pendidikan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.
“Kebetulan partner saya ini kan di bagian pendidikan. Jadi punya ide untuk kolaborasi,” ujar Susy.
“Di pendidikan dia sudah punya program sempoa, melukis, mandarin, dan lain-lain. Tapi untuk olahraga, mereka belum ada.”
Tawaran 12 Cabang Olahraga
Yang ditawarkan ASNA Academy cukup beragam: ada 12 cabang olahraga. Mulai dari bulu tangkis, tenis, basket, baseball, taekwondo, senam, renang, panjat tebing, tenis meja, panahan, mini soccer, sampai wushu. Sasaran utamanya anak usia 2 sampai 12 tahun. Untuk yang masih balita (2-5 tahun), penekanannya lebih pada pengembangan kemampuan motorik dasar.
Fasilitasnya terbilang lengkap untuk ukuran anak-anak. Ada tiga lapangan, lima kelas ruangan, satu kolam renang, plus satu dinding panjat tebing yang semuanya berada dalam satu area. Memang, ukuran lapangannya mini, tapi itu justru disesuaikan dengan kebutuhan dan postur anak usia dini.
Lawan Ketergantungan Gadget
Menurut Susy, ide mendirikan akademi ini sudah mengendap sejak pertengahan tahun lalu. Awalnya dari mendengar kegelisahan banyak orang tua. Mereka ingin anaknya hidup sehat dan punya kegiatan positif, sekaligus lepas dari ketergantungan gadget.
“Setelah COVID, olahraga jadi semacam kebutuhan ya. Saya lihat semua orang sekarang ingin hidup sehat,” jelas Susy.
“Lalu, dari obrolan dengan para ibu. Anak-anak sekarang kan main gadget terus. Bahkan mau makan pun harus sambil lihat layar biar anteng. Nah dari situlah kami berpikir, kenapa tidak mengenalkan olahraga sejak usia dini? Bukan cuma untuk fisik, tapi juga agar mereka belajar bersosialisasi.”
“Kami juga ingin membantu membentuk karakter. Dari kecil sudah diajari antre, mengucapkan terima kasih, bilang tolong. Jadi ada nilai-nilai pendidikan yang kami sisipkan. Kurikulumnya kami susun dengan serius, tidak asal-asalan,” imbuhnya.
Seluruh program dirancang dalam kurikulum terstruktur oleh pelatih profesional, dengan dukungan ilmu bertaraf Olimpiade tentunya. Tujuannya untuk memastikan kualitas, keamanan, dan tahapan belajar yang sesuai usia. Ke depan, ASNA Academy juga berencana menjalin kolaborasi dengan klub-klub olahraga profesional. Jadi, bagi anak yang punya bakat serius, ada jalur yang jelas untuk dikembangkan.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares