Di sisi lain, gelombang solidaritas sudah mulai mengalir. Catatan pemerintah hingga saat ini menunjukan ada 77 lembaga dan hampir dua ribu relawan yang telah tiba di Aceh. Mereka berasal dari beragam latar, mulai dari NGO lokal, nasional, hingga internasional.
Beberapa nama yang tercatat di meja relawan BNPB antara lain Save The Children, Baznas, Islamic Relief, Relawan Nusantara, Yayasan Geutanyoe, dan sejumlah kelompok mahasiswa seperti FKKMK UGM. Daftarnya masih panjang.
“Kami perkirakan jumlah lembaga dan relawan ini akan terus bertambah seiring waktu,” kata MTA.
Ia juga menyampaikan apresiasi dari pimpinan daerah.
Niatnya jelas: membangun kembali Aceh dari puing-puing bencana, dengan memanggil kembali mitra lama yang memahami betul medan dan hati warga Aceh.
Artikel Terkait
Menerima Diri di Awal Tahun: Antara New Me dan Kelelahan yang Tak Terucap
Beijing Hukum Mati Bos Mafia Myanmar, Sinyal Keras untuk Pelaku Penipuan Lintas Batas
AS Cabut Staf Non-Darurat dari Niger Usai Serangan ISIS di Bandara Niamey
Siklus Keracunan MBG: Klarifikasi, Maaf, dan Janji yang Tak Pernah Tuntas