Gibran Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Targetkan Selesai Sebelum Ramadan

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:40 WIB
Gibran Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Targetkan Selesai Sebelum Ramadan

ACEH TAMIANG - Upaya membangun hunian sementara atau huntara bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang terus digenjot. Targetnya jelas: menampung lebih dari enam ribu warga yang kehilangan tempat tinggal, agar mereka punya atap yang lebih layak dan aman di atas kepala.

Hingga 26 Januari kemarin, sekitar 2.600 unit sudah berdiri. Pengerjaannya melibatkan banyak pihak, dari BNPB, kementerian, sampai swasta. Tapi, angka itu ternyata belum cukup. Masih banyak keluarga yang menunggu giliran.

Menyoroti hal ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming turun langsung ke lokasi pada Jumat (30/1) lalu. Kunjungannya bukan sekadar seremonial. Ia ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai target, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kecepatan, ketepatan, dan pemulihan berkelanjutan bagi korban.

Di antara lokasi yang disambangi adalah Huntara Modular 2. Di sana, Koordinator Pembangunan dari PT WIKA, Mario, memberikan penjelasan detail kepada Gibran.

“Progres kami saat ini totalnya di 71 persen, Pak. Kita baru mulai bekerja tanggal 14 Januari lalu. Medannya berat, awalnya ini semua lumpur setinggi 1,6 meter. Kami bersihkan dulu, baru kemudian mendirikan bangunannya,” papar Mario.

Mendengar penjelasan itu, Gibran pun menekankan agar waktu penyelesaian bisa dipatuhi. Warga sudah terlalu lama menunggu.

Mario pun menanggapi dengan optimis. “InsyaAllah kita bisa selesaikan sebelum Ramadan, Pak. Jadi sebelum bulan puasa, huntara ini sudah bisa ditempati.”

Sembari berkeliling, Gibran juga mengecek kelengkapan fasilitas. Setiap unit huntara modular berukuran 6x3 meter, dilengkapi ruang tidur dengan dua kasur, area dapur sederhana, dan ruang jemur. Untuk kebutuhan bersama, tersedia kamar mandi umum di tiap blok.

Tak cuma itu. Di setiap kawasan, ada juga taman bermain anak, ruang komunal untuk berkumpul, dan musala. Fasilitas-fasilitas pendukung ini diharapkan bisa mengembalikan sedikit rasa normal dan kenyamanan dalam kehidupan warga.

Nuansa harapan itu sudah terasa bagi Lisa (30), salah seorang penghuni Huntara Modular 1 yang sudah menempati rumah sementaranya sejak seminggu lalu.

“Kondisi di tenda dulu memang cukup menyiksa. Debu di mana-mana, banyak yang akhirnya sakit. Sekarang di sini sudah jauh lebih nyaman, apalagi saya punya anak kecil,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Gibran menyempatkan diri meninjau tiga lokasi sekaligus: Huntara Modular 1, Huntara Modular 2, dan Huntara Danantara. Sebuah upaya untuk memastikan bantuan tak hanya sampai, tapi juga tepat guna.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler