Malam itu, sekitar pukul setengah sepuluh, suasana di ruas Tol Pejagan-Pemalang tiba-tiba berubah kacau. Sebuah tabrakan hebat antara bus antarkota dan mobil pikap terjadi di KM 259, tepatnya di wilayah Desa Banjaratma, Brebes. Akibatnya, satu nyawa melayang dan puluhan orang harus dilarikan ke rumah sakit dengan berbagai luka.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, mengonfirmasi kabar duka ini pada Rabu pagi.
“Dari data tercatat satu korban meninggal dunia dan 33 korban lainnya mengalami luka, termasuk pengemudi pikap dan sejumlah penumpang bus,” jelasnya.
Korban tewas diidentifikasi sebagai STM, seorang pria berusia 60 tahun. Sementara itu, puluhan korban luka-luka langsung mendapat perawatan intensif di dua fasilitas kesehatan: RS Bhakti Asih Brebes dan RSUD setempat.
Menurut penyelidikan sementara di TKP, kronologinya begini. Bus Mercedes Benz milik PO Zentrum, dengan nomor polisi K-7603-OF, sedang melaju dari arah barat. Pengemudinya, seorang pria berinisial W (32), diduga berusaha menyalip kendaraan lain. Namun begitu, manuver itu dilakukan lewat bahu jalan sebelah kiri – sebuah tindakan yang jelas berbahaya.
Di sisi lain, di bahu jalan yang sama, sebuah mobil pikap Daihatsu bernopol B-9108-BBI sedang terparkir. Kendaraan itu mengalami masalah teknis sehingga terpaksa berhenti.
Karena jaraknya sudah terlalu dekat, sang pengemudi bus kemungkinan besar tak punya waktu lagi untuk bereaksi. Tabrakan pun tak terelakkan. Hantamannya keras, bus menabrak bagian belakang pikap yang sedang mogok itu hingga kemudian terguling ke sisi utara badan jalan tol.
Kejadian ini terekam terjadi pada Selasa malam, 17 Maret 2026. Saat ini proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk menyempurnakan data dan menyimpulkan penyebab pasti musibah ini.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun