Mario pun menanggapi dengan optimis. “InsyaAllah kita bisa selesaikan sebelum Ramadan, Pak. Jadi sebelum bulan puasa, huntara ini sudah bisa ditempati.”
Sembari berkeliling, Gibran juga mengecek kelengkapan fasilitas. Setiap unit huntara modular berukuran 6x3 meter, dilengkapi ruang tidur dengan dua kasur, area dapur sederhana, dan ruang jemur. Untuk kebutuhan bersama, tersedia kamar mandi umum di tiap blok.
Tak cuma itu. Di setiap kawasan, ada juga taman bermain anak, ruang komunal untuk berkumpul, dan musala. Fasilitas-fasilitas pendukung ini diharapkan bisa mengembalikan sedikit rasa normal dan kenyamanan dalam kehidupan warga.
Nuansa harapan itu sudah terasa bagi Lisa (30), salah seorang penghuni Huntara Modular 1 yang sudah menempati rumah sementaranya sejak seminggu lalu.
“Kondisi di tenda dulu memang cukup menyiksa. Debu di mana-mana, banyak yang akhirnya sakit. Sekarang di sini sudah jauh lebih nyaman, apalagi saya punya anak kecil,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerja kali ini, Gibran menyempatkan diri meninjau tiga lokasi sekaligus: Huntara Modular 1, Huntara Modular 2, dan Huntara Danantara. Sebuah upaya untuk memastikan bantuan tak hanya sampai, tapi juga tepat guna.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi