MURIANETWORK.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memfokuskan kebijakannya pada tiga pilar utama sepanjang tahun 2026 untuk memperkuat sektor keuangan nasional. Arahan ini disampaikan langsung oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Kamis. Fokus kebijakan tersebut meliputi penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem keuangan yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan.
Rincian Tiga Pilar Kebijakan
Friderica memaparkan, pilar pertama, yaitu penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, akan diwujudkan melalui berbagai langkah tegas. Langkah-langkah itu antara lain penegakan ketentuan permodalan, penguatan keuangan syariah, percepatan reformasi integritas pasar modal, serta upaya pemberantasan tindak penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.
Adapun untuk pilar kedua, OJK akan mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang lebih kontributif terhadap perekonomian riil. Salah satu prioritasnya adalah memastikan kemudahan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen terhadap UMKM ini bahkan diperkuat dengan kebijakan khusus menyusul bencana di Sumatera akhir tahun lalu. OJK menyadari bahwa dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan pelaku usaha di daerah terdampak.
Friderica menjelaskan, "Untuk itu, OJK sudah menetapkan kebijakan pemberian pemberlakuan khusus atas kredit atau pembiayaan kepada debitur yang terkena dampak bencana Sumatera selama tiga tahun ke depan."
Selain itu, OJK juga mendorong industri jasa keuangan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan sistem kesehatan nasional.
Artikel Terkait
Transaksi SPKLU di Sulselrabar Melonjak 208% Saat Mudik Lebaran
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius