Di tengah musim dingin yang disebut-sebut sebagai yang terberat sejak perang berkecamuk, muncul klaim mengejutkan dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Vladimir Putin, pemimpin Rusia, bersedia menghentikan serangan ke Kyiv dan sejumlah kota lain setidaknya untuk satu pekan ke depan.
Klaim ini disampaikan Trump dalam sebuah rapat kabinet. Cuaca ekstrem, rupanya, jadi pertimbangan utama.
“Karena dingin, dingin yang ekstrem saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv serta kota-kota dan permukiman selama satu minggu dalam kondisi ini,” ujarnya.
Ia menggambarkan situasi di Ukraina dengan nada dramatis. “Ini luar biasa. Bukan sekadar dingin, ini dingin yang luar biasa. Dingin pemecah rekor,” tambah Trump, sambil menyamakannya dengan gelombang dingin yang juga melanda Washington.
“Mereka belum pernah mengalami dingin seperti itu. Dan saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan berbagai kota selama satu minggu. Dan dia setuju melakukan itu, dan harus saya katakan, itu sangat baik.”
Sejauh ini, Kremlin belum memberi konfirmasi atau tanggapan langsung. Tapi Trump, yang pertemuannya dengan Putin beberapa bulan lalu dianggap biasa saja, tampaknya percaya kesepakatan ini akan dijalankan.
“Harus saya katakan, orang-orang bilang, ‘jangan buang-buang panggilan. Kamu tidak akan mendapatkan itu.’ Dan dia melakukannya,” kata Trump dengan nada puas.
Artikel Terkait
Kentongan Berbalik Maut: Sebuah Tragedi dan Refleksi Kelalaian di Kulon Progo
Kolaborasi Media Asing: Gengsi Global atau Jebakan Etika?
Masa Transisi Kampus: Saat Mahasiswa Baru Dihadapkan pada Ujian Kemandirian
Diklat ASN dan Ironi Negara yang Sibuk Data tapi Miskin Analisis